Kasih Kristus
KASIH KRISTUS
Roma 12:10
Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.
Kasih dan pengorbanan ada dalam pikiran Paulus, Firman TUHAN memerintahkan kita untuk saling mengasihi (Rm. 12:10). Paulus tahu bahwa jemaat di Roma bergumul dengan kecemburuan, kemarahan, dan perselisihan (ay.18). Maka, Paulus mendorong agar mereka mengizinkan kasih Tuhan menguasai hati mereka. Kasih yang tulus akan membuat kita juga bermurah hati (ay.13). Mereka yang mengasihi sedemikian rupa akan senang mendahulukan orang lain daripada diri mereka sendiri (ay.16).
Sebagai orang percaya, kita masing-masing berlomba dalam kasih sambil menolong orang lain. Meski tidak mudah, tetapi hal itu memuliakan Tuhan kita, Yesus Kristus. Jadi, demi kasih, marilah kita bergantung pada Tuhan yang memberi kita kekuatan untuk mengasihi dan melayani dan menolong orang lain.
Di dalam banyaknya surat Paulus, ia memulai dengan bagian doktrin atau pengajaran, kemudian mengakhirinya dengan bagian penerapan. Kita melihat pola itu di dalam Kitab Efesus, dengan pasal 1–3 menyatakan doktrin (apa yang kita imani) dan pasal 4–6 memberikan gagasan praktis untuk menerapkan kebenaran tersebut (perilaku yang patut kita tunjukkan). Di dalam Kitab Roma, pasal 1–11 memberikan pembelaan dan penjelasan yang kokoh tentang Injil kasih karunia Allah, dan pasal 12–16 memberikan penerapan untuk menjalani hidup berdasarkan Injil. Roma 12:9-18 adalah contoh klasik dari nasihat praktis yang dimaksud. Penting untuk diketahui bahwa kebanyakan nasihat tersebut adalah tentang bagaimana kita sepatutnya memperlakukan orang lain sebagai sesama, kepada mereka yang seiman maupun yang tidak (ay.10-18), karena kita dipanggil untuk menghidupi Injil di dalam hubungan kita dengan orang lain.
Mengasihi dan hidup dalam KASIH merupakan gaya hidup kita anak anakNya, kita menjadi teladan dan berkat bagi orang lain, dan setiap orang dapat melihat kemuliaan Tuhan melalui kehidupan kita. Jangan jemu jemu untuk terus berbuat baik yg di dasari oleh kasih Kristus.
Komentar
Posting Komentar