Aku terbebas dari hukum dosa
AKU TERBEBAS DARI HUKUM DOSA
Keluaran 2:14
Musa menjadi takut, sebab pikirnya: Tentulah perkara itu telah ketahuan.
Meski dikenal sebagai tokoh iman yang besar, Musa juga pernah melakukan tindakan kriminal yang mengejutkan. Setelah menyaksikan seorang Mesir memukul seorang Ibrani, ia menoleh ke sana sini dan dibunuhnya orang Mesir itu (Kel. 2:11-12). Meski Musa telah berbuat dosa, tetapi Allah belum selesai berurusan dengan Musa yang tidak sempurna itu. Tuhan kemudian memilih Musa untuk membebaskan bangsaNya dari penindasan Mesir (3:10). Di Roma 5:14, kita membaca, maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama. Namun, dalam ayat-ayat selanjutnya, Paulus menyatakan bahwa kasih karunia Allah memungkinkan kita, tanpa memandang dosa-dosa kita di masa lalu, untuk diubah dan dibenarkan di hadapan-Nya (ay.15-16).
Tuhan begitu baik anugerah kemurahan Nya telah menyelamatkan kita yang berdosa.
Kita mungkin berpikir bahwa dosa yang pernah kita lakukan itu menghalangi kita untuk menerima pengampunan dari Tuhan dan untuk dipakai demi kemuliaanNya. Namun, berkat kasih karuniaNya, kita memperoleh keselamatan dan pengampunan dosa, kita diubah dan dibebaskan di dalam Tuhan Yesus.
Musa, anak Amram dan Yokhebed (Bilangan 26:59), dilahirkan menjelang berakhirnya masa empat ratus tahun bangsa Israel ditawan di Mesir. Dalam Keluaran 1, kita membaca tentang keadaan sulit yang dialami orang-orang sebangsa Musa di bawah penindasan kejam seorang raja baru . . . yang tidak mengenal Yusuf (ay.8). Firaun ini melihat bertambah banyaknya orang Israel, sehingga dalam ketakutannya ia meningkatkan beban kerja mereka dan memerintahkan para bidan untuk membunuh bayi laki-laki yang mereka bantu lahirkan (ay.8-19). Di dalam perikop hari ini kita membaca tentang tindakan Musa yang impulsif dengan membunuh orang Mesir, dan pelariannya yang tergesa-gesa ke Midian, tempat ia bekerja sebagai gembala selama empat puluh tahun. Dalam pasal 3, Musa menerima panggilannya dari Tuhan: Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umatKu, orang Israel, keluar dari Mesir (ay.10). Musa menolak keras, tetapi akhirnya dalam kekurangan dan keragu-raguannya, ia dipakai Tuhan untuk memimpin bangsa Israel menuju gerbang tanah perjanjian.
Walaupun banyak dosa dan kesalahan di masa lalu kita tetapi ketika kita bertobat dan percaya dan menerima Yesus, maka kita di ampuni dan menerima keselamatan.
Bersyukur bahwa Pembebasan hidup kita dari hukum dosa telah di lakukan Tuhan melalui pengorbanan Tuhan di kayu salib, kita di selamatkan dan kita di bebaskan di merdeka kan, sehingga kita menerima hidup kekal oleh anugerah kemurahan Tuhan.
Komentar
Posting Komentar