Pengalaman Iman Kita

 PENGALAMAN IMAN KITA

Daniel 3:25

Ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa

Ketiga sahabat Daniel yang berani benar-benar duduk di kursi panas. Raja Nebukadnezar mengancam akan melemparkan mereka ke dalam api yang menyala-nyala jika mereka tidak menyembah patung dirinya. Ia bertanya, _Dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?_ (Dan. 3:15). Sahabat Daniel tetap menolak untuk menyembahnya, maka sang raja memanaskan perapian tujuh kali lipat lalu melemparkan mereka ke dalamnya.

Ternyata, mereka tidak sendiri di dalam sana. Seorang “malaikat” (ay.28),  bergabung dengan mereka dalam nyala api tersebut, melindungi mereka dari bahaya, dan memberikan jawaban yang tak terbantahkan atas pertanyaan raja tadi (ay.24-25). Nebukadnezar memuji  Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mengakui bahwa tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu (ay.28-29).

Terkadang kita pernah merasa tidak berdaya. Namun, Tuhan Yesus selalu menyertai kita orang yang sungguh sungguh mengasihi Tuhan, Dia yang selalu menopang kita dan selalu menolong kita dalam  kesesakan.

Komitmen Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang tidak kenal kompromi sesungguhnya bukan dimulai ketika mereka menghadapi ancaman perapian yang menyala-nyala. Komitmen mereka di mulai ketika ada aturan makanan Yahudi (Daniel 1) serta kesetiaan mereka kepada Allah yang membuat mereka siap menghadapi ujian yang jauh lebih besar, dalam Daniel 3. Benarlah, ujian makanan tersebut menjadikan mereka siap menghadapi ujian kematian. Mereka lulus dengan hasil yang sangat baik, dan oleh karenanya mendapat tempat di dalam daftar teladan iman di Ibrani 11. Meski nama mereka tidak disebut, kemungkinan besar merekalah yang disebut di Ibrani 11:34, yang dengan iman memadamkan api yang dahsyat.

Bagaimana dengan hidup kita mungkin tantangan tak seberat sahabat sahabat Daniel tetapi kita pasti pernah merasakan tekanan hidup yg begitu berat, dan kita bisa melewati nya dengan pertolongan Tuhan. Dengan pengalaman iman kita tentunya membuat kita semakin dewasa dalam iman kita dengan panca indra yang terlatih, sehingga kita mampu menghadapi apapun tantangan nya, karena Tuhan bersama dengan hidup kita, asal kita tetap setia taat dan terus melakukan kehendak Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil