PERJUANGAN PANJANG
PERJUANGAN PANJANG
1 Tesalonika 5:24
Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya
Rasul Paulus memandang jemaat Tesalonika sebagai anak-anak rohaninya karena ia telah mengajari mereka tentang Yesus. Dalam pesannya kepada mereka, ia memang mendorong mereka untuk saling menolong (1Tes. 5:14-15), tetapi yang terutama, ia menyerahkan pertumbuhan mereka kepada Tuhan. Paulus menyadari bahwa Tuhan akan _menguduskan seluruhnya_ (ay.23).
Paulus percaya akan mengerjakan apa yang tidak sanggup ia kerjakan menyiapkan _roh jiwa dan tubuh mereka_ untuk kedatangan Yesus kembali (ay.23). Meski surat-suratnya kepada jemaat Tesalonika berisi berbagai instruksi, tetapi kepercayaan Paulus kepada Tuhan dapat memberikan pelajaran untuk kita bahwa pertumbuhan rohani dalam kehidupan ini sejatinya sebuah perjuangan (1Kor. 3:6).
Gereja di Tesalonika adalah jemaat yang diberkati langsung oleh pelayanan Paulus. Tesalonika adalah kota besar yang kebanyakan penduduknya adalah orang Yunani setempat dan pendatang warga negara Romawi lainnya. Di sana juga terdapat populasi orang Yahudi yang cukup besar sehingga kehadiran rumah ibadat terasa diperlukan (Kisah Para Rasul 17:1). Seperti yang sering dilakukannya, Paulus mulai mengabarkan Injil di dalam rumah ibadat orang Yahudi (sinagoge), dengan memberitakan Yesus sebagai Mesias yang telah dijanjikan (ay.3-4). Mereka yang percaya menjadi inti dari jemaat baru, yang kemungkinan bersekutu di rumah seorang warga setempat bernama Yason (ay.5,7). Namun, perlawanan dari warga Yahudi di sana membuat Rasul Paulus harus meninggalkan Tesalonika dan pergi ke Berea, lalu akhirnya, ke Atena.
Seluruh kehidupan kita adalah milik Tuhan, kita harus sejalan dengan kehendak Tuhan, pertumbuhan iman kita merupakan sebuah perjuangan panjang supaya kita serupa dengan Kristus. Roh Kudus menuntun kita untuk kita berhasil dalam perjuangan yang berat dan yang penting ini, yang membutuhkan kesungguhan hati.
Komentar
Posting Komentar