Tetap bersemangat di dalam Tuhan
TETAP BERSEMANGAT DI DALAM TUHAN
2 Korintus 5:4
Selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan.
Manusia lahiriah kami semakin merosot. . . . Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan (2Kor. 4:16; 5:4).Kesadaran atas keberadaan manusiawi kita yang rapuh seiring dengan bertambahnya usia, kita semakin menyadarinya. Waktu memang menggerogoti kita. Semangat di usia muda perlahan-lahan menurun seiring dengan penuaan yang tak terhindarkan (lihat Pkh. 12:1-7). Tubuh kemah kita menjadi kian rapuh.
Namun tubuh yang rapuh tidak perlu diikuti dengan iman yang rapuh. Pengharapan dan semangat kita tidak perlu pudar seiring bertambahnya usia. Sebab itu kami tidak tawar hati (2Kor. 4:16). Tuhan telah berdiam di dalam kita melalui RohNya. Ketika tubuh ini tidak lagi terpakai, kita akan memiliki kediaman yang tidak akan pernah rusak suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal dari Allah (5:1).
Rasul Paulus menulis empat surat kepada umat Tuhan di Korintus. Kitab-kitab yang dikenal sebagai 1 dan 2 Korintus masing-masing adalah surat kedua dan keempat yang ditulisnya kepada gereja-gereja rumah di sana. Meski kenyataannya mereka yang bertobat mula-mula adalah orang-orang Yahudi (menurut Kisah Para Rasul 18:4-8), dan tidak satu pun masalah yang dibahas Paulus berakar dari kontroversi antara iman Kristen dengan tradisi Yahudi. Semua persoalan tersebut timbul dari budaya dan masyarakat Korintus tempat mereka tinggal. Paulus membahas apa artinya hidup bagi Yesus di dalam budaya tertentu. Ia membandingkan cara hidup warga Korintus dengan cara hidup yang sepatutnya dimiliki oleh orang-orang percaya (lihat 1 Korintus 6:12-13).
Kita yang telah mengakar sangat dalam pada kebenaran TETAP bersemangat dan terus bertumbuh imannya walaupun tubuh semakin tua dan merosot tetapi iman kita semakin kuat dan segar.
Komentar
Posting Komentar