Tak Lupa Bersyukur

 TAK LUPA BERSYUKUR


Lukas 17:18

Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?

Dalam Lukas 17, kita membaca tentang seorang Samaria yang sakit kusta dan kembali untuk berterima kasih kepada Yesus yang telah menyembuhkannya (ay.15-16). Dalam peristiwa itu, Yesus sedang memasuki sebuah desa tempat Dia bertemu sepuluh penderita kusta. Mereka semua memohon kesembuhan dari Yesus, dan kemudian mengalami anugerah dan kuasaNya. Kesepuluh orang itu bersukacita karena disembuhkan, tetapi hanya satu yang kembali untuk menyampaikan terima kasih. Ia kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepadaNya (ay.15-16).

Setiap hari, kita mengalami berkat-berkat Tuhan dalam berbagai cara. Berkat itu bisa berupa doa yang langsung dijawab setelah mengalami penderitaan berkepanjangan, atau berupa pertolongan tepat waktu yang kita terima dari orang yang tidak kita kenal. Terkadang berkatNya datang dengan cara biasa, seperti cuaca cerah yang membuat kita dapat menyelesaikan tugas di luar ruangan. Seperti si Samaria yang sembuh dari kusta, marilah kita ingat untuk bersyukur kepada Tuhan atas kebaikanNya terhadap kita.

Lukas 17:15 mencatat bahwa hanya seorang dari kesepuluh penderita kusta yang disembuhkan Yesus dan kembali untuk berterima kasih, ia seorang Samaria, seorang asing (ay.18). Kata yang diterjemahkan sebagai orang asing (allogens) adalah suatu kata majemuk yang berarti dari ras yang berbeda. Meski dipakai berulang kali dalam terjemahan bahasa Yunani dari Perjanjian Lama (Septuaginta), dalam Perjanjian Baru kata tersebut hanya dipakai di sini (lihat Kejadian 17:27; Keluaran 12:43; Imamat 22:10). Istilah yang juga terdapat dalam tulisan-tulisan di seputar Bait Allah, yang memperingatkan bahwa tidak seorang asing pun . . . diizinkan memasuki batas ini dan pelanggarnya akan dijatuhi hukuman mati. Meski dilarang oleh protokol keagamaan untuk berada dalam area-area tertentu dari Bait Allah, mereka yang dianggap orang asing tidak terhalang untuk menerima belas kasihan Tuhan yang menyelamatkan dan memulihkan mereka.

Pertolongan dan belas kasih Tuhan Yesus selalu ada buat kita semua anak-anak Nya yang selalu berharap penuh dan selalu setia mengasihi Tuhan.

Tentunya kita senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yesus yg selalu memberikan kasih setiaNya yg selalu baru setiap pagi, memberikan kekuatan serta kasih Nya yg melimpahkan anugerah kemurahan dalam hidup kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil