Tenang Dalam Menyikapi Persoalan

 TENANG DALAM MENYIKAPI PERSOALAN

Yakubus 1: 19-20

Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Kesenjangan antara tindakan dan keyakinan menjadi fokus Kitab Yakobus. Dalam Yakobus 1:19-20, Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Lalu Yakobus menambahkan: Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri (ay.22).

Tak satu pun dari kita yang sempurna. Terkadang cara kita menjalani kehidupan ini membutuhkan bantuan, diawali dengan pengakuan dan kerelaan untuk memohon pertolongan Allah dan mempercayaiNya untuk terus mengikis sisi buruk dari karakter kita. 

Kitab Yakobus sangat memperhatikan keadilan, terutama dalam hubungan antara si kaya dan si miskin (2:6; 5:1-6). Bahkan, kata dalam bahasa Yunani yang sering diterjemahkan kebenaran di Yakobus 1:20 (dikaiosyne) dapat juga diterjemahkan sebagai keadilan, suatu terjemahan yang masuk akal bagi ayat ini dalam konteks tersebut. Ketegangan dan ketidakadilan yang terjadi antara si kaya dan si miskin menjadi masalah inti di dalam kitab ini. Karena itulah dalam bagian 1:19-20 penulis merasakan perlunya menekankan bahwa kemarahan manusia tidak akan menghasilkan keadilan. Sebaliknya, Yakobus menekankan agar setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. Dalam Yakobus 4:1-2, penulis sekali lagi memperingatkan agar jemaat tidak membiarkan keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi berbuah menjadi kemarahan, apalagi kekerasan. Orang percaya dipanggil untuk hidup bergantung kepada Allah dalam kerendahan hati (1:21) dan setia.

Walaupun pergumulan hidup sering datang dalam hidup ini tetapi biarlah kita menyikapinya dengan tenang dan berdoa memohon pertolongan Tuhan, dengan kerendahan hati di hadapan Tuhan dengan mempercayai Tuhan sepenuhnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil