Hidup Yang Berdampak

HIDUP YANG BERDAMPAK

3 Yohanes 1:3

Beberapa saudara . . . memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran.

Rasul Yohanes mempunyai seorang sahabat yang juga meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang percaya. Mereka menyebut Gayus sebagai orang yang setia kepada Allah dan firman-Nya, serta yang senantiasa hidup “dalam kebenaran” (3Yoh. 1:3). Gayus menunjukkan keramahtamahan kepada para pemberita Injil, meski mereka adalah orang asing (ay.5). Sebagai dampaknya, Yohanes berkata kepada Gayus, “Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu” (ay.6). Kesetiaan Gayus kepada Allah dan kepada saudara-saudara seimannya telah mendukung penyebaran Injil.

Dampak yang diberikan Gayus pada zamannya mengingatkan bahwa kita dapat memberikan dampak pada orang lain, yang dapat Allah pakai untuk menarik mereka kepada Kristus. Dalam kesetiaan berjalan bersama Allah, biarlah kita hidup dan bertindak sedemikian rupa sehingga saudara-saudari seiman kita juga terdorong untuk setia berjalan bersama-Nya. Kesetiaan kita kepada Allah memberikan kekuatan dan menjadi contoh memberikan dampak kepada keluarga dan lingkungan. Memberitakan Kristus Yesus melalui kehidupan kita.

Kitab 3 Yohanes merupakan surat pribadi dari sang “penatua” (1:1) Rasul Yohanes kepada Gayus. Gayus adalah seorang anggota jemaat (kemungkinan besar di Asia Kecil), yang dipuji Yohanes karena kesetiaannya menyambut “saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing” (ay.5). Di sisi lain, Yohanes mengkritik Diotrefes, seorang jemaat gereja yang sombong dan suka meninggikan diri. Diotrefes, yang didorong oleh egoisme dan ambisi pribadi, menolak untuk menunjukkan keramahtamahan yang sama kepada para pemberita Injil (ay.9-10).

Pemberian tumpangan sangat penting pada masa itu karena penginapan sering kali tidak aman dan jumlahnya terbatas. Paulus mendorong kita, “Usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!” (Roma 12:13). Pemberian tumpangan di sini menggunakan kata philoxenia, yang berarti “kasih kepada orang asing.” Petrus juga mendorong kita, “Hendaklah kalian sungguh-sungguh mengasihi satu sama lain . . . Hendaklah kalian menerima satu sama lain di rumah masing-masing, tanpa mengeluh” (1 Petrus 4:8-9 BIMK).

Dampak yang jelas kepada sekeliling kita adalah melalui kehidupan kita sehari hari, mewartakan kabar sukacita tentang kebenaran dalam Kristus serta merefleksikan kasih dalam keseharian kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil