PRIBADI YANG PENUH KARAKTER KRISTUS

 PRIBADI YANG PENUH KARAKTER KRISTUS

Roma 12:18

Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang

Ketika perbedaan pendapat tidak lagi dapat ditoleransi? Hanya karena dua orang tidak bisa sepakat, bukan berarti masing-masing dari mereka jahat. Ucapan kasar atau keras tidak akan pernah berhasil membuat orang lain berubah pikiran, dan keyakinan kuat yang dipegang seseorang tidak boleh membuatnya mengabaikan sopan santun atau belas kasih.

Roma 12 adalah panduan yang baik tentang bagaimana kita dapat “saling mendahului dalam memberi hormat” dan “sehati sepikir” dengan orang lain (ay.10,16). Ciri khas orang percaya adalah kasih kepada semua orang  (Yoh. 13:35). Kesombongan dan kemarahan bisa dengan mudah membuat hal yang salah, dan hal-hal tersebut bertentangan langsung dengan kasih yang Allah ingin kita tunjukkan kepada orang lain.

Memang sulit untuk tidak menyalahkan orang lain ketika kita gagal mengendalikan emosi. Namun, firman yang mengatakan, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” menunjukkan kepada kita bahwa tanggung jawab untuk menjalani hidup yang mencerminkan karakter Kristus tidak dapat dialihkan kepada orang lain (Rm. 12:18). Itulah tanggung jawab setiap dari kita yang mengaku sebagai murid-Nya. 

Secara umum, surat-surat Paulus kepada jemaat-jemaat (seperti Roma, 1-2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, dan 1-2 Tesalonika) terbagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama biasanya bersifat doktrinal, memberikan pengajaran kepada pembaca tentang iman kita dalam Yesus Kristus. Bagian kedua lebih berfokus pada aplikasi praktis dan menyajikan nasihat bijak tentang cara menjalani iman tersebut. Seorang pengajar Alkitab menggambarkannya demikian: bagian pertama berkaitan dengan apa yang kita percayai, sementara bagian kedua berkaitan dengan bagaimana kita seharusnya bertindak. Dalam Kitab Roma, karya Paulus yang dianggap paling sarat kandungan teologisnya, pola tersebut terlihat jelas. Dari Roma 1–11, kita diajarkan tentang arti keselamatan yang berasal dari kasih karunia Allah melalui iman kepada Yesus Kristus. Kemudian, dalam pasal 12–16, Paulus menjelaskan bagaimana keyakinan tersebut mempengaruhi perilaku kita, termasuk dampak iman terhadap hubungan kita dengan sesama. Ketika membaca surat-surat Paulus dalam Perjanjian Baru, perhatikan polanya dan lihat bagaimana sang rasul menyusun pesannya dengan inspirasi dari Roh Kudus.

Pribadi yang penuh dengan kasih dan kebenaran menunjukkan kita sebagai orang percaya dan anak anak Tuhan, tidak lagi sama seperti dunia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil