Menjaga Diri

MENJAGA DIRI

Amos 5:14

Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup.

Allah sangat peduli terhadap penderitaan dan kesengsaraan yang kita alami. Saat mengetahui terjadinya ketidakadilan yang sangat parah di Israel, Allah mengutus Nabi Amos untuk menegur kemunafikan mereka. Bangsa yang pernah dibebaskan Allah dari penindasan di Mesir itu sekarang justru menjual sesamanya sebagai budak hanya demi sepasang kasut (Am. 2:6). Mereka mengkhianati orang-orang yang tidak bersalah, mengabaikan keadilan bagi yang tertindas, sambil berpura-pura beribadah kepada Allah dengan berbagai persembahan dan perayaan hari suci (4:4-5).

“Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup,” Amos berkata kepada bangsanya. “Dengan demikian Tuhan, Allah semesta alam, akan menyertai kamu” (5:14). Kita pernah mengalami penderitaan dan ketidakadilan dalam hidup ini, sehingga dapat merasakan kesulitan orang lain dan rindu menolong mereka. Inilah waktunya untuk “mencari yang baik” dan bergabung dengan Allah dengan mengupayakan keadilan dalam segala bentuknya. Hidup harus senantiasa berlandaskan Firman Tuhan, biarlah dalam hidup senantiasa melakukan Firman Tuhan yang akan membuat kita hidup.

Amos, seorang nabi dari Yehuda, diutus oleh Allah untuk memberikan peringatan keras kepada Israel tentang dosa-dosa mereka dan penghakiman yang akan datang (Amos 7:12). Dalam dua pasal pertama kitabnya, sang nabi menyampaikan penghakiman Allah terhadap tujuh negara tetangga, termasuk Yehuda, serta terhadap Israel sendiri. Ini untuk menunjukkan bahwa Dia adalah penguasa yang adil dan berdaulat. Damsyik (ibu kota Aram), Gaza (Filistin), Tirus, Edom, Amon, dan Moab akan dihukum karena kekejaman mereka terhadap umat Allah (Amos 1:3–2:3). Yehuda dihukum karena penyembahan berhala mereka (Amos 2:4-5). Israel sendiri dihukum karena pelanggaran terhadap perjanjian dengan Allah, yang ditandai dengan ketidakadilan sosial ekonomi (ay.6), penyimpangan hukum dan percabulan (ay.7), serta penindasan terhadap orang miskin dan penyembahan berhala (ay.8).

Hal hal dosa SDH tidak ada lagi dalam hidup kita, karena kita selalu menjaga diri dan tetap hidup dalam kebenaran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil