HIKMAT ALLAH
HIKMAT ALLAH
Amsal 11:10
Bila orang benar mujur, beria-rialah kota.
Amsal menggambarkan bagaimana sebuah kota, sebuah bangsa, dapat mengalami sukacita yang lebih mendalam dan lebih menetap. “Bila orang benar mujur,” kata Amsal, “beria-rialah kota” (11:10). Ketika mereka yang sungguh-sungguh hidup menurut rancangan Allah bagi umat manusia mulai memberikan pengaruh terhadap kehidupan sebuah masyarakat, karena artinya keadilan Allah sedang ditegakkan, keserakahan berkurang. Kaum yang tertindas dilindungi, kebenaran bertumbuh subur, akan ada sukacita dan “berkat” di dalam kota (ay.11).
Apabila sungguh-sungguh HIDUP dalam kebenaran, maka hasilnya adalah kebaikan bagi semua orang. Allah menginginkan semua orang percaya mengambil bagian dalam pekerjaanNya untuk memulihkan dunia.
Kitab Amsal termasuk dalam Sastra Hikmat dari Perjanjian Lama. Kitab ini terdiri dari dua bagian. Dalam pasal 1–9, Salomo membagikan hikmat kepada putranya tentang berbagai hal, seperti mengelola uang, memilih teman, dan kesucian hidup. Pasal 10–31 merupakan sekumpulan peribahasa bijaksana yang tidak beraturan. Beberapa bagian disajikan dalam bentuk perbandingan yang berlawanan (yang disebut paralelisme antitesis), ketika orang baik dikontraskan dengan orang jahat. Sebagian besar amsal ditulis oleh Salomo (10:1–22:16). Pasal 25–27 adalah amsal-amsal Salomo yang disusun oleh pegawai-pegawai Raja Hizkia. Yang lainnya datang dari sekelompok orang bijak yang tidak disebutkan namanya (22:17–24:34), Agur (pasal 30), dan Raja Lemuel (pasal 31).
Kitab Amsal berisi harta kekayaan hikmat tentang hal-hal yang selalu relevan bagi kita, seperti cara menjalin hubungan, pekerjaan, integritas hidup, dan pengasuhan anak. Beberapa di antaranya juga dikutip dalam Perjanjian Baru; contohnya, Roma 12:20, Yakobus 4:6, dan 1 Petrus 5:5.
Hikmat Allah mengajarkan untuk hidup bijaksana dan selalu melakukan kehendak Bapa. Selalu waspada dan tetap dalam jalan Tuhan
Komentar
Posting Komentar