SEJALAN DENGAN TUHAN

SEJALAN DENGAN TUHAN

Efesus 4:24 bimk

Hendaklah kalian hidup sebagai manusia baru yang diciptakan menurut pola Allah.

Syukurlah, kehidupan rohani tidak dibatasi oleh perbuatan atau perilaku. Paulus menekankan kebenaran yang memerdekakan itu kepada orang-orang Efesus yang baru percaya kepada Tuhan. Pikiran orang bukan Yahudi, kata Paulus, “sudah gelap” dan tertutup kepada Allah. Hati mereka yang keras dipenuhi “segala hawa nafsu,” dan hanya ingin mengejar kesenangan dan keserakahan (Ef. 4:18-19).

Namun, karena “sudah mendengar tentang Yesus dan kebenaranNya, mereka harus “menanggalkan manusia lama dengan pola kehidupan lama”. Paulus menyoroti bagaimana manusia lama kita “sedang dirusakkan oleh keinginan-keinginannya yang menyesatkan.” Ia menasihati, “Hendaklah hati dan pikiranmu dibaharui seluruhnya. Hendaklah hidup sebagai manusia baru yang diciptakan menurut pola Allah; yaitu dengan tabiat yang benar, lurus dan suci”.

Kemudian Paulus menuliskan cara-cara untuk menjalani hidup baru tersebut. Jangan lagi berbohong. Jangan terus marah. Berhenti mengumpat. Berhenti mencuri. “Sebaliknya harus bekerja supaya mendapat nafkahnya dengan jujur dan dapat menolong orang yang berkekurangan” (ay.28). Manusia baru kita dalam Kristus memungkinkan untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan panggilan kita, dengan terus tunduk mengikuti cara hidup yang dikehendaki Bapa.Perilaku dan karakter yg terus bertumbuh seiring dengan perjalanan iman.

Paulus menjabarkan ciri-ciri sifat baru dalam Kristus, bahwa ada saatnya  marah.  “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa” (Efesus 4:26). Tuhan Yesus juga merasakan kemarahan ketika Dia mengusir para pedagang dari bait suci (Markus 11:15-17; Yohanes 2:13-17). 

Perubahan yang terjadi dalam hidup menunjukkan keseriusan untuk terus hidup dalam kebenaran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil