KEKUATAN KITA
KEKUATAN KITA
Amsal 18:10
Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.
Kebenaran dalam Kitab Amsal, yaitu: “Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat (Ams. 18:10). Pada masa silam, banyak menara dibangun di kota-kota sebagai tempat perlindungan dari bahaya yang mengancam, yang biasanya berupa serangan musuh. Sama seperti itu, hanya dengan berlari kepada Allah orang percaya dapat mengalami damai sejahtera di dalam Dia yang adalah “tempat perlindungan dan kekuatan” kita (Mzm. 46:2).
Amsal 18:10 menyatakan bahwa pelindungan datang dari “nama” Allah, dan ini merujuk pada seluruh keberadaanNya. Alkitab menggambarkan Allah sebagai “Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan setiaNya” (Kel. 34:6). Allah berkuasa dan penuh belas kasihan kepada siapapun yg sedang tersakiti dan dalam penderitaan. Bagi siapa pun yang tengah bergumul, Bapa kita di surga menawarkan tempat perlindungan dalam kekuatan dan kelembutanNya. Tuhan Yesus penuh dengan belas kasihan dan Dia menolong kepada semua yang berseru kepada Nya.
Kata Ibrani saghav digunakan sebanyak 20 kali dalam Perjanjian Lama, dan di luar Ulangan 2:36, kata tersebut hanya ditemukan dalam bagian-bagian Alkitab yang berbentuk puisi. Kata ini muncul tiga kali dalam kitab Amsal (18:10,11; 29:25). Kata tersebut diterjemahkan sebagai “selamat” di Amsal 18:10 dan “tinggi” di ayat 11. Terjemahan lainnya antara lain “mahatinggi,” “tinggi luhur,” “dilindungi”, yang berarti sesuatu atau seseorang yang berada dalam keadaan aman, terbentengi, atau tidak dapat dijangkau.
Selain itu, kata kuat digunakan dalam Amsal 18:10 dan 11. Yang dimaksudkan di sini adalah “keperkasaan” atau “kekuatan” baik secara fisik, materi, sosial, atau politis. Kedua ayat tersebut membandingkan secara kontras mereka yang berlindung pada Allah dengan mereka yang mencari keselamatan dalam harta mereka. Di Mazmur 20:8, Daud menyatakan kepada siapa seharusnya kita bergantung: “Ada orang yang mengandalkan kereta perangnya, ada pula yang mengandalkan kudanya. Tetapi kita mengandalkan kuasa TUHAN, Allah kita”
Tuhan Yesus perlindungan bagi kita. Kita berseru berdoa memohon pertolongan hanya kepada Tuhan Yesus Allah yang berkuasa penuh belas kasihan kepada kita yg sedang menghadapi persoalan dan penderitaan.
Komentar
Posting Komentar