Buah Yang Memberkati
BUAH YANG MEMBERKATI
Markus 11:13 bimk
Dari jauh Ia melihat sebatang pohon ara yang daunnya lebat. Jadi Ia pergi ke pohon itu untuk melihat apakah ada buahnya.
Pohon ara yang disebutkan dalam bacaan hari ini (mrk. 11:13). Meski belum musimnya, daun-daun yang ada menandakan bahwa mungkin pohon tersebut sudah berbuah. Ternyata tidak. Pohon itu berdaun banyak, tetapi tidak berbuah. Yesus kecewa, lalu mengutuk pohon ara tersebut, “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” (ay.14). Esoknya, pohon ara itu sudah kering (ay.20).
Tuhan Yesus mengutuk pohon ara tadi bukan karena Dia lapar, melainkan karena Tuhan Yesus ingin mengajarkan sesuatu. Pohon ara tersebut melambangkan Israel, yang memiliki tanda-tanda keagamaan sejati tetapi telah gagal memahami inti agama mereka. Mereka hendak membunuh Anak Allah, Mesias mereka. Alangkah parahnya kegagalan mereka!
Mungkin kita terlihat baik dari jauh, tetapi Yesus melihat hati kita dan mencari buah yang hanya dapat dihasilkan oleh Roh Kudus pada diri kita. Buah itu tidak perlu spektakuler, seperti kasih, sukacita, dan damai sejahtera yang bertumbuh di tengah masa-masa sukar (Gal. 5:22). Dengan bergantung pada Roh Kudus, kita akan dapat menghasilkan buah yang dikehendaki Tuhan Yesus.
Ketika kebenaran bertumbuh dalam hidup kita maka harus ditunjukkan dengan buah yg matang, perbuatan dan sikap hati yang memberkati Tuhan Yesus.
Komentar
Posting Komentar