Terus Berdoa
1 Samuel 12:23
Jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu.
Dalam Perjanjian Lama tentang Samuel menceritakan kisah lain seseorang yang menunjukkan kesetiaannya kepada Allah dan sesama melalui doa. Pada hari Saul diangkat menjadi raja di Gilgal, Nabi Samuel merasa kecewa, karena bangsa Israel telah menaruh iman dan pengharapan masa depan mereka kepada kerajaan manusiawi, bukan kepada Allah.
Saat bangsa itu berkumpul, Allah menunjukkan ketidaksenanganNya melalui sebuah badai yang terjadi di luar musimnya, sehingga mereka takut dan menyesali keputusan mereka (1Sam. 12:16-18). Ketika mereka memohon kepada Samuel untuk berdoa kepada Allah bagi mereka, Samuel menjawab, “Jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu” (ay.23).
Respons Samuel mengingatkan kita bahwa berdoa bagi orang lain adalah salah satu cara untuk mengutamakan Allah dalam hati dan hidup kita. Ketika kita mengasihi orang lain dengan berdoa bagi mereka, kita sedang membuka kesempatan untuk menyaksikan perkara-perkara yang hanya dapat dilakukan oleh Allah sendiri. Tentu kita tidak ingin melewatkannya.
Allah memilih dan mengkhususkan Israel sebagai “bangsa yang kudus” untuk melayaniNya (Keluaran 19:6; lihat juga Ulangan 7:6). Allah selalu menjadi hakim bagi mereka (Hakim-Hakim 11:27; 1 Samuel 2:10) dan berperang untuk mereka (Keluaran 14:14; Yosua 10:42, 23:3; 1 Samuel 11:13). Namun mereka menolak Allah sebagai hakim dan raja mereka (ay. 7-8).
Setelah bangsa Israel memahkotai Saul sebagai raja, Samuel mengingatkan israel bahwa Allah telah setia dengan berulang kali menyelamatkan, meski israel tidak setia (12:6-18). Samuel mengingatkan israel tentang penghakiman yang akan datang jika tetap tidak setia (ay. 25). Israel pun mengakui dosa dan meminta Samuel berdoa. Nabi Samuel menjamin akan terus berdoa bagi israel dan meminta mereka “Takutlah akan TUHAN dan setia beribadah kepadaNya dengan segenap hatimu” (ay. 24). Kita pun dapat berdoa untuk orang lain, agar Allah selalu menjadi yang terutama dalam hidup dan hati mereka.
Doa menjadi sangat berkuasa ketika dinaikan dengan iman yang sungguh, mari terus berdoa untuk semua hal yang kita rindukan dan untuk orang lain yang kita kasihi
Komentar
Posting Komentar