Segala Kemuliaan Hanya Bagi Tuhan
Daniel 2:47
Sesungguhnyalah, Allahmu itu . . . Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.
Daniel memahami pentingnya mengakui segala kebaikan dan pencapaian kesuksesan sebagai pemberian Allah. Ketika Raja Nebukadnezar bermimpi tentang masa depan, ia memanggil semua orang bijaksana di Babel untuk menceritakan ulang dan menafsirkan mimpi itu. Dengan tawar hati, mereka mengeluhkan bahwa tidak ada seorang pun di muka bumi yang dapat melakukan apa yang diminta oleh raja; hal ini membutuhkan hikmat dari Tuhan (Dan. 2:10-11). Daniel setuju, dengan berkata, “Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum. Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia” (ay.27-28). Daniel memohon kepada Allah untuk menyingkapkan mimpi itu kepadanya. Ketika doanya dikabulkan, Daniel dengan rendah hati segera menyebutkan bahwa penafsiran mimpi itu bukan berasal dari hikmatnya sendiri, melainkan dari Allah Maha Besar yang disembahnya (ay.30,45).
Merayakan pencapaian memang baik, tetapi pada saat yang sama kita patut memberikan penghormatan dan kemuliaan kepada Allah. Pada akhirnya, segala hal yang kita capai dalam hidup kita hanya bersumber dariNya.
Kerendahan hati Daniel dengan memuliakan Allah untuk pengertian yang diterimanya atas mimpi Nebukadnezar (Daniel 2:24-30), mengingat kembali pengalaman Yusuf dalam Kejadian 41. Setelah dipanggil dari penjara untuk mengartikan mimpi Firaun, Yusuf berkata kepada Firaun, “Bukan hamba, Tuanku, melainkan Allah yang akan memberikan penjelasan yang tepat” (ay. 16). Dalam kedua kisah ini, baik Daniel maupun Yusuf tidak mencari keuntungan dengan memanfaatkan kemampuan mereka. Pada zaman kuno, mimpi dianggap sebagai pesan dari para dewa. Karena itu, orang yang mampu mengartikan mimpi akan dianggap terpandang. Yusuf dan Daniel memilih memuliakan Allah mengakui bahwa kesanggupan itu berasal dari Allah.
Kerendahan hati dan mengakui Allah yg berotoritas menjadi hal yang selalu ada dalam perjalanan hidup kita, Dialah Tuhan Yesus yang memberikan keberhasilan dan berkat berkatNya, sehingga pujian hormat dan kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus
Komentar
Posting Komentar