Pikiran Allah Yang Tak Terselami
Yesaya 55:9 fayh
Sebagaimana langit jauh tinggi di atas bumi, demikianlah jalan-Ku jauh tinggi di atas jalanmu, dan pikiran-Ku jauh tinggi di atas pikiranmu.
Yesaya 55:8-9 mengingatkan kita bahwa sekalipun kita mungkin tidak sepenuhnya memahami pikiran dan jalan Allah, bahwa itu “jauh tinggi di atas jalan kita” (ay.9 fayh). Jalan dan pikiran kita sering kali dipengaruhi oleh keinginan diri yang egois, sedangkan jalan Allah itu sempurna, baik, dan benar. Oleh sebab itu, sekalipun saat ini keadaan tidak baik-baik saja, kita dapat percaya bahwa Allah akan menyediakan apa yang benar-benar kita butuhkan (ay.1-2), karena Dia penuh kasih dan setia pada janjiNya yang kekal (ay.3). “Berserulah kepadaNya selama Ia dekat” (ay.6), karena Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.
Dalam Yesaya 55:8-9, sungguh pikiran Allah tak bisa diselami. Dia melampaui pemahaman kita, dan kita takkan mampu sepenuhnya memahami kehendak atau rencanaNya. Roma 11:33-44, “Oh alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihatNya?” Allah yang penuh hikmat” (16:27). Kita dapat mempercayai hikmat dan rencanaNya, karena bersumber dari kasihNya yang besar kepada kita. Mungkin kita tidak selalu mengerti apa yang terjadi, tetapi kita dapat percaya bahwa Allah selalu memegang kendali serta menyertai kita, dan kita dapat memegang janji-janjiNya.
Seberapa jauh kita tenggelam dalam kasih Tuhan, begitu luar biasanya hikmat Tuhan yaitu firman Tuhan yang membawa hidup kita kepada kemuliaan kekal, mari terus hidup benar supaya janji Allah tergenapi dalam hidup kita
Komentar
Posting Komentar