Roh Kudus

KPR 2:4

Penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Dalam Perjanjian Lama, Pentakosta adalah hari raya tuaian yang dirayakan 50 hari setelah hari raya Paskah (Im. 23:15-21). Pada hari Pentakosta pertama setelah kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, orang-orang percaya berkumpul di Yerusalem. Tiba-tiba terdengar suara seperti “tiupan angin keras” dan “lidah-lidah seperti nyala api” muncul saat mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan “mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya” (Kis. 2:2-4). Para pendatang dari negara-negara lain mendengar “perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah” dalam bahasa mereka sendiri (ay.11). Kemudian, setelah Petrus “berkata kepada mereka” (ay.14), banyak yang mempercayai kabar baik tentang Yesus yang disalibkan dan dibangkitkan untuk memberikan pengampunan (ay.22-41).

Doa-doa dalam berbagai bahasa yang dinaikkan para pemimpin pelayanan di Athena tadi mengingatkan saya bahwa pesan Petrus yang diperdengarkan pada hari Pentakosta terus dibagikan di seluruh dunia, dan orang-orang masih meresponsnya dengan iman.

Mari berdoa agar Roh Kudus memampukan kita untuk terus membagikan kabar tentang kasih Allah seperti yang dilakukan jemaat mula-mula pada hari Pentakosta. Berdoalah juga agar pesan tersebut dapat dinyatakan dan didengar dalam setiap bahasa yang diucapkan manusia di muka bumi. 

Bahasa menjadi benang merah yang menghubungkan satu sama lain. Kisah Para Rasul 2,.  Kita bandingkan dengan menara Babel. “Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya,” kata Kejadian 11:1. Penduduk Babel berkata, “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota . . . dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi” (ay. 4). Allah “mengacaubalaukan . . . bahasa mereka” (ay. 7) dan mereka “diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi” (ay. 8). Pada hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2), orang banyak dari berbagai bangsa dan bahasa mendengar kabar baik Yesus secara ajaib dalam bahasa mereka masing-masing. Di Kisah Para Rasul 1:8, Kristus berkata, “Kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” Pentakosta menjadi titik tolak dari misi umat Tuhan untuk memberitakan kasih Allah ke seluruh bumi. Perbedaan mencolok antara kisah menara Babel karena kesombongan dikacau balaukan, tetapi di loteng Yerusalem kesatuan orang percaya dalam Roh Kudus walaupun dalam bahasa bukan dari kaumnya, tetapi Roh Kudus menyatukan untuk pemberitaan Injil sampai keseluruh dunia.

Roh Kudus diberikan kepada orang percaya untuk memberi pertolongan dan penghiburan bahkan memberikan kekuatan, Roh Kudus menyertai orang percaya sampai akhir jaman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil