Memikul Salib
Matius 16:25
Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mat. 16:24). Pilihan ini tidak seharusnya diputuskan dengan sembarangan. Hal memikul salib berbicara tentang proses hidup yang harus kita hadapi karena Tuhan punya rancangan yang terbaik buat setiap kita orang percaya.
Mengikut Yesus juga merupakan jalan untuk mengalami sukacita yang terdalam. Akan menemukan bahwa hidup bersamaNya itulah kehidupan yang sesungguhnya orang percaya dambakan. Ini seperti paradoks yang besar. Meski demikian, jika kita merespons kasih Allah, mempercayai Kristus, dan melepaskan tuntutan-tuntutan kita yang egois dan picik, kita akan menemukan kehidupan yang sangat didambakan oleh jiwa kita. Merendahkan diri dan hati dihadapan Tuhan merelakan untuk Tuhan memproses hidup ini sesuai kehendak Tuhan.
Setelah Petrus mengaku bahwa Yesus adalah “Mesias, Anak Allah yang hidup” (Matius 16:16), Kristus berbicara terus terang tentang penderitaan, kematian, penguburan, dan kebangkitanNya yang telah dekat (ay. 21; 17:22-23; 20:17-19; 26:2). Petrus menolak sosok Mesias yang akan menderita dan mati, tetapi ia ditegur keras oleh Yesus (16:22-23). Ketika pada permulaan pelayananNya Yesus dicobai di padang gurun, Iblis menawarkan untuk menjadikan Dia raja tanpa harus menderita (4:8-10). Pemikiran Petrus tentang Mesias sama dengan Iblis, yaitu tentang mahkota tanpa salib. Namun, disalibkan sampai mati demi umat manusia yang berdosa adalah alasan utama Tuhan Yesus datang dan disalibkan. Karena Iblis ingin mencegah penyalibanNya, Tuhan Yesus mengenali adanya pengaruh setan di balik penolakan Petrus terhadap salib (16:23). Kadang pemikiran kita tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
Selalu bersyukur karena yang terbaik adalah berada dalam kehendak Tuhan, rancangan Tuhan atas hidup kita itu yang terbaik, dibalik penderitaan ada kemuliaan
Komentar
Posting Komentar