Kebenaran Didalam Kristus
2 Tesalonika 2:10
Orang-orang . . . binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
Sebagai orang percaya, kita harus “mengasihi kebenaran” (2Tes. 2:10). Paulus mengatakan bahwa si pendurhaka akan menggunakan “tanda-tanda dan mujizat palsu” (ay.9) untuk menipu “orang-orang yang harus binasa” (ay.10). Karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka (ay.10). Keengganan mereka untuk mengasihi kebenaran membuat mereka buta terhadap kebenaran. Akhirnya mereka tidak bertumbuh bahkan tertipu dengan ajaran sesat (ay.11). Pertanyaan yang lebih mendasarr apa yang kita kasihi? Hasrat diri akan mencondongkan hati kita dan mengarahkan pikiran kita kepada yang dicintai. Kita akan menghargai apa yang kita cintai. Jika kita mengasihi kebenaran dan hikmat, kita akan mencarinya bagai emas yang berharga . Keduanya akan menjaga kita. “Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya” (4:6).
Apakah hikmat yang sejati itu? Tuhan Yesus berkata bahwa itu adalah diriNya. “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh. 14:6). Pertanyaan terpenting kita adalah siapa yang kita kasihi? Kasihilah Tuhan Yesus, maka kamu akan hidup dalam kebenaran. Dia akan menjaga hidup kamu dengan membimbing kamu ke dalam kebenaran.
Menerima kebenaran adalah sikap yang sangat penting untuk orang percaya, karena Dialah kebenaran itu sendiri (Yohanes 14:6). Yudas Iskariot adalah contoh klasik dari seseorang yang telah berkesempatan untuk mengikut Tuhan Yesus sungguh-sungguh, tetapi tidak melakukannya. Hidup Yudas dan penjelasan Paulus tentang Iblis dalam 2 Tesalonika memiliki beberapa kesamaan. Pertama, Iblis bekerja dalam keduanya. Lukas 22:3 berkata “Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot,” dan 2 Tesalonika 2:9 berkata “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis.” Lebih lanjut, Yohanes 17:12 menyebut Yudas sebagai “dia yang telah ditentukan untuk binasa,” istilah yang juga ditemukan di 2 Tesalonika 2:3: “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa.” Rencana Iblis adalah tipu daya yang kemudian membawa kepada kebinasaan. Kita dapat menghindari tipu dayanya dengan cara mengasihi Tuhan Yesus dan menerima kebenaran.
Kebenaran yang sejati hanya didalam Tuhan Yesus, dan kita bersyukur hidup didalam kebenaran, percaya dan melakukan Firman.
Komentar
Posting Komentar