Perpanjangan Tangan Tuhan
Imamat 25:35
Apabila saudaramu jatuh miskin, . . . maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu.
Kitab Imamat berbicara tentang cara memperlakukan sesama dengan baik. Allah memerintahkan umatNya, “Apabila saudaramu jatuh miskin, . . . maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu” (25:35). Dia meminta umatNya memperlakukan sesama dengan baik dan adil, khususnya mereka yang menderita. Dengan didorong sikap “takut” (ay.36) dan hormat akan Allah, mereka harus membantu sesama yang kesusahan. (ay.35), yaitu dengan penuh keramahan dan kasih. Ajaran kasih menjadi Nilai yg mutlak bagi kita anak anakNya, kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk sesama.
Kita menjadi perpanjangan belas kasihan Allah kepada mereka yang membutuhkan, seperti Tuhan menolong kita maka kita pun sebagai anak anakNya menunjukkan kasih Tuhan kepada sesama.
Setiap tujuh tahun, bangsa Israel dan semua yang hidup bersama mereka harus berhenti bertani dan hanya boleh makan dari apa yang dihasilkan tanah mereka (Imamat 25:1-7). Tahun itu disebut Tahun Sabat. Mereka membiarkan tanah itu beristirahat dan menikmati hasil dari istirahat itu selama satu tahun penuh, dengan hanya bergantung pada Tuhan yang menyediakan kebutuhan mereka.
Selain itu, setiap 50 tahun (setelah tahun sabat ketujuh), mereka harus merayakan Tahun Yobel (ay. 8-55). Selain mengistirahatkan tanah, mereka juga menghapuskan semua utang yang ada di seluruh bangsa dan mengembalikan milik pusaka kepada keluarga dan suku pemilik aslinya. Tahun Yobel memberikan kelegaan kepada keluarga-keluarga agar tidak terjebak dalam siklus kemiskinan, sehingga seluruh umat Allah dapat menikmati berkat dari tanah yang telah Allah berikan kepada mereka.
Tuhan Yesus dalam kasih dan penyertaan Nya sungguh menghendaki setiap kita tidak ada kesenjangan sehingga sungguh sungguh kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam menolong sesama
Komentar
Posting Komentar