Pertolongan Tuhan

Mazmur 69:16

Janganlah biarkan arus banjir menghanyutkan aku; atau air yang dalam menelan aku.

Tempat yang dalam. Mungkin ada orang yang pernah mengalaminya. “Aku tenggelam ke dalam rawa yang dalam,” kata Mazmur 69, “Lesu aku karena berseru-seru” (ay.3-4). Karena diejek oleh musuh-musuhnya dan dikucilkan oleh keluarganya (ay.5,8-13), pemazmur tidak menemukan penghiburan dalam diri orang lain (ay.21), dan takut kalau penderitaan itu akan “menelan” dirinya (ay.16). Entah disebabkan oleh dosa atau kesedihan yang besar, tempat yang dalam merupakan momen-momen keputusasaan yang kelam di dalam kehidupan.

Syukurlah, kekelaman tidak selalu menguasai tempat yang dalam. Meski kedalaman itu dingin dan sepi, ada satu Pribadi yang dapat ditemukan di sana. Tuhan Yesus yang selalu hadir di kehidupan anak-anak Nya(139:8). Dia sanggup dan akan mengangkat kita dari kedalaman air yang dingin. “Aku hendak memuliakan Dikau, ya Tuhan! Sebab Engkau telah menarik aku naik dari tempat yang dalam” (30:2 TL)

Tuhan Yesus hadir di tempat yang dalam, dengan tangan-tangan yang terangkat tinggi, siap menyambut kita dan mengangkat kita pada waktunya. Jangan takut ketika hidup berserah dengan sungguh sungguh kepada Tuhan maka mujisat pertolongan Tuhan Yesus terjadi.

Mazmur 69 berbicara tentang “hamba” Allah (ay. 18) yang menanggung penderitaan, adalah paralel kepada nubuatan Yesaya tentang hamba Tuhan yang menderita (Yesaya 52:13-53:12). Meski sang pemazmur menulis tentang “kesalahanku” (Mazmur 69:6), bisa jadi ini adalah cara tak langsung untuk mengakui bahwa ia tak bersalah, maksudnya, Allah tahu semua kesalahan sang pemazmur dan Dia juga tahu tak sepantasnya ia diganjar dengan penderitaan yang begitu berat.

Dalam Perjanjian Baru, Mazmur 69 sering dikutip untuk menunjuk kepada Yesus. Dia dibenci tanpa alasan (Mazmur 69:5; Yohanes 15:25), dipenuhi oleh cinta akan rumah Allah (Mazmur 69:10; Yohanes 2:17), menanggung celaan yang dimaksudkan untuk Tuhan Yesus (Mazmur 69:10; Roma 15:3), dan diberi anggur asam untuk diminum menjelang ajalNya (Mazmur 69:22; Matius 27:34,48; Markus 15:36; Lukas 23:36; Yohanes 19:29). Tuhan Yesus mengalami penderitaan lebih dalam dari siapa pun, dan Dia sanggup menolong kita dalam menghadapi penderitaan kita. 

Sedalam apa penderitaan kita, ingat bahwa Tuhan Yesus bersama dengan kita, dan Tuhan Yesus yang mengangkat dan menolong kita dari dalam persoalan dan penderitaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil