BUAH YANG MEMBERKATI
BUAH YANG MEMBERKATI
Galatia 5:14
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Mengizinkan Roh Kudus memimpin kita adalah cara terbaik untuk bersaksi tentang Tuhan Yesus. Tuhan mengatakan kepada murid-muridNya, “Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu” (Kis. 1:8).
Buah Roh “ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal. 5:22-23). Dengan hidup di bawah tuntunan Roh Kudus, kita mempraktikkan apa yang diperintahkan Firman TUHAN “Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat” (1Ptr. 3:15).
Sekalipun masih banyak pergumulan hidup, perkataan dan perbuatan kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa RohNya senantiasa memimpin kita memberikan kekuatan dan menghibur. Pada saat itu, hidup kitapun akan dapat menuntun orang lain kepada Tuhan Yesus.
Galatia 5 memusatkan perhatian pada buah Roh (ay.22-23), yang harus diperlihatkan oleh setiap orang percaya. Namun, tidak kalah penting untuk memperhatikan juga bagaimana buah Roh tersebut berlawanan dengan perbuatan daging (ay.19-21). Rasul Paulus menyebutkan perbuatan daging seperti “percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.” Bandingkanlah perbuatan daging tersebut dengan buah Roh, maka perbedaannya dalam kualitas hidup akan terlihat jelas. Perhatikan juga dampak negatif yang diakibatkan oleh perbuatan daging yang mencakup kerusakan dalam aspek rohani, moral, dan relasi jika dibandingkan dengan hal-hal positif dalam hidup yang ditunjukkan oleh buah Roh, yang penting bagi kesaksian orang percaya di dunia. Paulus mengatakan bahwa semua perbuatan daging melanggar hukum Musa, tetapi tentang buah Roh, “Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu” (ay.23).
Menjadi saksi di setiap perkataan dan perbuatan kita adalah merupakan tugas kita setiap hari karena kita memiliki buah Roh
Komentar
Posting Komentar