Kasih Setia Tuhan

KASIH SETIA TUHAN

Yeremia 31:3

Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal.

Terkadang kita bisa merasa tidak nyaman saat mengungkapkan perasaan sayang kita kepada orang lain. Namun, sebaliknya, Alkitab tidak malu-malu dalam mengungkapkan kasih Allah. Nabi Yeremia menyatakan kasih sayang Allah kepada umatNya dengan kata-kata yang lembut: “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu” (Yer. 31:3). Meski Israel telah berpaling dariNya, Allah berjanji akan memulihkan mereka dan menarik mereka kembali kepadaNya. “Aku akan datang untuk menenangkan Israel,” kata-Nya kepada mereka (ay.2 avb).

Tuhan Yesus adalah ekspresi tertinggi dari kasih Allah yang membawa pemulihan, dan Tuhan Yesus menganugerahkan kedamaian dan ketenangan bagi siapa saja yang datang kepadaNya. Dari kelahiranNya di palungan, kematianNya di kayu salib, hingga kebangkitanNya dan kubur yang kosong, Dialah perwujudan nyata dari kerinduan Allah untuk memanggil dunia yang tersesat kembali kepada Tuhan. Kalau kita membaca Alkitab dari awal hingga akhir, maka kita akan menemukan satu demi satu cara Allah menyatakan kasihNya. Bahkan, kita tidak akan pernah selesai menemukannya, karena kasihNya abadi dan tak terhitung.

Dalam 29 pasal pertama dari Kitab Yeremia, Tuhan memperingatkan bangsa Yehuda akan hukuman atas ketidaksetiaan mereka, berupa kehancuran Yerusalem dan pembuangan mereka ke Babel selama tujuh puluh tahun (lihat 1:14-16; 5:15-19; 6:22-23; 25:9-11). Namun kemudian, Tuhan melalui Yeremia juga menyampaikan kata² penghiburan, semangat, harapan, dan pemulihan. Dan menubuatkan bahwa umat Allah akan kembali ke tanah perjanjian dan juga kepada Allah (psl. 30–31). Allah berjanji, “Waktunya akan datang . . . bahwa Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda firrman TUHAN dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya” (30:3). Allah akan membawa mereka kembali dari pembuangan (ay. 8-17), memulihkan tanah mereka (ay. 18-24), dan membawa umat kembali kepadaNya (31:1-6). “Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku” (ay. 1)

Tak terbatas kasih sayang Tuhan Yesus kepada kita anak anakNya, setiap hari kita merasakan pemeliharaan Tuhan yang nyata,dan kitapun sebagai anak-anak Nya bersyukur dan senantiasa memuliakan Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil