Kasih Yang Nyata

 KASIH YANG NYATA


Yohanes 13:15

Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu

Dalam Yohanes 13, adalah perjamuan terakhir yang Yesus nikmati bersama murid-muridNya. Malam itu, Sang Guru mengajari mereka prinsip kerendahan hati dalam pelayanan dengan cara membasuh kaki mereka yang kotor (ay.14-15). Jika Dia saja bersedia melakukan pekerjaan kotor dengan mencuci kaki murid-muridNya, mereka juga wajib melayani sesama dengan penuh sukacita.

Bentuk pelayanan kita mungkin berbeda-beda, tetapi ada satu yang sama: ada sukacita yang besar dalam pelayanan. Pelayanan bukanlah dimaksudkan untuk memberikan pujian bagi yang melakukannya, melainkan untuk melayani sesama dalam kasih, mempersembahkan segala pujian kepada Allah kita Tuhan Yesus.

Petrus sering salah paham tentang maksud Yesus. Salah satunya adalah ketika Yesus mulai mencuci kaki murid-muridNya (Yohanes 13:6-9). Di awal Kitab Yohanes, Petrus mengakui bahwa hanya Yesus yang memiliki perkataan hidup yang kekal (6:68-69), tetapi sering kali ia tidak percaya pada perkataanNya. Petrus percaya bahwa ia dapat mengikuti jalan penderitaan yang akan dilalui oleh Yesus (13:36-37). Ia bahkan mengira bahwa Kristus ingin untuk merebut kekuasaan secara militer dan ia sendiri mulai mengayunkan pedang (18:10-11). Kemudian Petrus pun menyangkal Guru dan sahabatnya itu (ay.15-27).

Namun, dalam setiap kejadian tersebut, Yesus dengan lemah lembut menunjukkan kasih kepada Petrus sebagai sahabatNya. Pada akhirnya, Yesus memberikan pemulihan dan pengharapan kembali kepada Petrus (21:15-19). 

Melayani Tuhan dan sesama mengajarkan kepada kita tentang Kasih yg sesungguhnya yang harus di praktekkan dan berdampak besar bagi sekeliling kita baik di keluarga, gereja dan masyarakat, sehingga nama Tuhan Yesus di muliakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil