Kerendahan Hati

KERENDAHAN HATI

Filipi 2:7

Yesus telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Contoh kerendahan hati yang terbesar tampak dalam diri Yesus, yang meninggalkan kedudukanNya yang mulia di surga untuk mengambil rupa sebagai hamba di muka bumi (Flp. 2:7). Yesus tidak harus melakukannya, tetapi Dia merendahkan diriNya dengan penuh kerelaan. Di dunia, Dia melayani dengan mengajar, menyembuhkan, dan mengasihi semua orang serta mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita manusia 

Teladan Kristus dapat menggugah hati kita untuk melakukan pekerjaan sederhana seperti membantu orang lain dengan banyak cara sesuai dengan kapasitas kita dan dilakukan dengan iklas maka dampak terbesarnya terjadi ketika hal itu mempengaruhi sikap kita terhadap orang lain. Kerendahan hati yang sejati adalah suatu kualitas batin yang tidak hanya mengubah tindakan kita, tetapi juga prioritas kita. Kerendahan hati sepatutnya mendorong kita untuk “menganggap yang lain lebih utama dari pada diri kita sendiri” (ay.3).

"Kerendahan hati adalah bukti dan buah yang indah dari kekudusan.” Kiranya hidup kita memancarkan keindahan tersebut ketika kita mencerminkan hati Kristus dengan kuasa RohNya (ay.2-5).

Filipi 2:5-11 menggambarkan apa yang dilepaskan Yesus dengan datang ke dunia sebagai manusia, dan selama berabad-abad rangkaian ayat ini telah menimbulkan banyak perdebatan. Ayat 6 menegaskan bahwa sebelum inkarnasiNya, Kristus setara dengan Allah dalam segala hal. Namun, saat datang ke dunia, Dia “mengosongkan diriNya sendiri” (ay.7) atau “membuat diriNya tidak memiliki apa-apa”. Masalah utamanya ada pada kata mengosongkan (kenoo dalam bahasa Yunani). Ada yang berkata bahwa Yesus mengosongkan diriNya sendiri dari keilahianNya, tetapi kalau begitu, bagaimana pengorbananNya dapat sepenuhnya menebus dosa-dosa kita? Mungkin pandangan yang paling dapat diterima adalah bahwa Yesus tetap mempertahankan keilahian dan seluruh sifatNya, tetapi mengesampingkan hakNya untuk menggunakannya demi kepentingan diriNya sendiri. Sebaliknya, Dia justru berserah kepada kehendak dan tujuan BapaNya. 

Kerendahan hati menjadi nilai yang terus kita pertahankan dalam hidup kita menjadi standar sebagai orang percaya yang hidup dalam kebenaran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil