MENAHAN DIRI

MENAHAN DIRI

Yakubus 1:19

Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.

Meski kita tidak selalu menerapkan perintah Yakobus dengan benar, kita mau terus belajar untuk berhasil melakukannya hari ini. Berhenti sejenak untuk berdoa sebelum amarah dan rasa tersinggung menguasai kita adalah kunci dari sikap yang cepat untuk mendengar tetapi lambat untuk berkata-kata. Kita berdoa, supaya Allah memberikan kita hikmat untuk lebih sering melakukannya (Ams. 19:11). 

Tidak mudah memang menahan diri untuk tidak marah atau emosi tetapi ketika kita belajar setiap hari maka itu menjadi suatu kebiasaan yg baik, sehingga hati kita terbebas dari rasa marah.

Kemarahan adalah topik yang sering dibicarakan di dalam Alkitab. Yakobus mendorong kita agar “lambat untuk marah” (Yakobus 1:19). Amsal 19:11 mengatakan, “Orang bijaksana dapat menahan kemarahannya. Ia terpuji karena tidak menghiraukan kesalahan orang terhadapnya”. Rasul Paulus mengingatkan kita, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu” (Efesus 4:26). Sebagai pengikut Yesus, kita harus bertumbuh semakin seperti Allah kita, yang “penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan setiaNya” (Keluaran 34:6). Dalam Perjanjian Lama, kita melihat bagaimana Allah marah terhadap dosa pribadi atau bangsa, tetapi berulang kali Dia memohon kepada mereka: “Berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia . . . panjang sabar dan berlimpah kasih setia” (Yoel 2:13). Daud menyakinkan kita bahwa “sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati” (Mazmur 30:6)

Tuhan Yesus sangat baik bahwa DIA selalu memberikan kasih sayang nya kepada kita. Maka dari itu mari kita tetap rendah hati dan selalu belajar untuk menahan diri dari marah dan emosi yg merugikan hati dan pikiran kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil