Perkataan Yang Membangun

PERKATAAN YANG MEMBANGUN


Amsal 25:25

Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

Kitab Amsal memberi kita sekumpulan amsal dan perkataan bijak yang diilhami oleh Roh Allah. Ucapan-ucapan bijak tersebut dapat membimbing kita dan mengajarkan berbagai kebenaran penting tentang cara hidup yang menghormati Allah. Banyak amsal yang berfokus pada hubungan antarpribadi, termasuk pengaruh mendalam dari perkataan kita terhadap orang lain.

Dalam bagian amsal yang dikaitkan dengan Raja Salomo sebagai penulisnya, ia memperingatkan tentang bahaya dari bersaksi dusta terhadap orang lain (Ams. 25:18). Ia menasihati bahwa “pergunjingan” mengakibatkan hubungan yang suram (ay.23 bis). Salomo memperingatkan tentang dampak mengerikan dari sikap yang terus-menerus mengeluh (ay.24). Lalu, sang raja menguatkan para pembaca dengan menyatakan bahwa berkat datang ketika perkataan kita membawa kabar baik (ay.25).

Dalam perjuangan kita menerapkan kebenaran ini, Roh Kudus menolong kita  untuk memberikan jawaban yang “berasal dari pada Tuhan” (16:1). Dengan kemampuan yang dianugerahkan Allah perkataan kita dapat membawa berkat dan kesejukan. Perkataan yang membangun adalah hal yang sangat baik untuk kita terapkan dalam kehidupan kita. Sehingga orang di berkati melalui hidup kita.

Mazmur dan Amsal, dua dari kitab-kitab Hikmat dalam Alkitab (yang juga mencakup Ayub, Pengkhotbah, dan Kidung Agung), menggambarkan potensi lidah digunakan untuk kebaikan maupun kejahatan. Daud menulis tentang musuh-musuhnya, “Perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan, . . . lidah mereka merayu-rayu” (Mazmur 5:10) dan “[mereka] menajamkan lidahnya seperti pedang, . . . membidikkan kata yang pahit seperti panah” (64:4). Mengenai orang-orang jahat, pemazmur Asaf menyatakan, “Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya” (50:19). Berbicara tentang penggunaan positif dari perkataan kita, Salomo mengatakan, “Lidah orang benar seperti perak pilihan” (Amsal 10:20), “lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan” (12:18), dan “Hidup dan mati dikuasai lidah” (18:21). Sebagai pengikut Kristus, kita memiliki pilihan untuk mengucapkan kata-kata yang menguatkan dan memberkati hidup sesama dengan pertolongan Roh Kudus. 

Terpujilah Tuhan Yesus yang selalu memberikan anugerah kemurahan Nya dalam hidup kita, sehingga kita mampu untuk memberikan dampak yang positif bagi orang lain khususnya dalam perkataan yang membangun dan membangkitkan semangat.

Komentar