Buku kehidupan
BUKU KEHIDUPAN
Lukas 20:20
Bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.
Lukas 10:1-23 menggambarkan apa yang seharusnya menjadi pusat dari identitas kita. Ketika tujuh puluh orang yang diutus Yesus untuk mengabarkan tentang Kerajaan Allah kembali dari perjalanan, mereka melaporkan bahwa “roh-roh jahat pun taat kepada kami apabila kami memerintahkan mereka atas nama Tuhan!” (ay.17 bis). Meski Yesus menegaskan bahwa memang Dia telah memperlengkapi mereka dengan kuasa dan perlindungan yang luar biasa, tetapi Tuhan Yesus berkata bahwa fokus mereka adalah salah. Tuhan menekankan bahwa mereka seharusnya bersukacita karena “nama mereka ada terdaftar di sorga” (ay.20). Demikian juga dengan hidup kita, kita penuh sukacita karena nama kita tercatat di buku kehidupan di sorga.
Apa pun prestasi atau kemampuan yang telah dikaruniakan Allah kepada kita, jika kita telah mempercayakan diri kita kepada Tuhan Yesus, maka alasan utama kita bersukacita adalah kenyataan bahwa nama kita terdaftar di surga, dan kita dapat menikmati penyertaanNya setiap hari dalam hidup kita. Artinya tak perlu takut dan kuatir dalam dunia ini, meskipun masih banyak pergumulan hidup tetapi kita bersyukur karena kita di kenal Tuhan Yesus.
Di Lukas 10:20, Yesus bukan menegur murid-muridNya karena mereka berhasil mengusir setan, karena pengusiran itu memuliakan Allah. Sebaliknya, Yesus mengatakan kepada mereka untuk bersukacita karena “nama mereka ada terdaftar di sorga. Yaitu tercatat di buku kehidupan. “Mengusir setan akan berhenti jika kehidupan di dunia berakhir. Namun, hubungan yang benar dengan Allah, yang menghasilkan keselamatan kekal bagi kemuliaanNya, tidak akan pernah berakhir.” Daniel menyatakan bahwa pada akhir zaman “akan terluput . . . barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu” (Daniel 12:1). Nama² mereka yang “menang,” atau tetap teguh dalam iman, tidak akan pernah dihapuskan dari “kitab kehidupan” (Wahyu 3:5). Namun, kata Rasul Yohanes, mereka yang namanya tidak tertulis dalam “kitab kehidupan dari Anak Domba” akan menyembah binatang (13:8). Kemudian, saat Kristus kembali, “setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, akan dilemparkan ke dalam lautan api itu” (20:15).
Wow... sesuatu yang sesungguhnya mengerikan jika tidak tercatat di buku kehidupan. Tetapi kita bersyukur bahwa kita dikenal Tuhan dan kita pun mengenal Tuhan sehingga nama kita tercatat di buku kehidupan
Komentar
Posting Komentar