MEMPRAKTEKAN KASIH

MEMPRAKTEKAN KASIH

Roma 13:8 bis

Janganlah berutang apa pun kepada siapa juga, kecuali berutang kasih terhadap satu sama lain.

Setelah lebih dari dua puluh tahun kita hidup sebagai anak Allah, kebenaran yang sederhana tetapi mendalam itu pasti menolong kita dalam memahami tiga langkah dalam siklus kasihNya yang agung. 
Pertama, Rasul Paulus menegaskan bahwa kasih adalah merupakan inti hidup orang percaya. Kedua, dengan terus melakukan kasih terhadap satu sama lain, kita murid Kristus selalu melangkah dalam ketaatan, “sebab orang yang mengasihi sesama manusia maka sudah memenuhi semua hukum Musa” (Rm. 13:8). 
Ketiga, kita memenuhi hukum Taurat yaitu “kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia” (ay.10).

Saat kita mengalami dalam nya kasih Allah bagi kita, yang ditunjukkan dengan sempurna melalui pengorbanan Kristus di kayu salib, kita merespon dan menerima nya dengan rasa syukur. syukur kita kepada Tuhan Yesus menggerakkan kita untuk mengasihi sesama lewat perkataan, perbuatan, dan perilaku kita. Kasih yang tulus mengalir dari Allah yang sejati, yang adalah kasih itu sendiri (1Yoh. 4:16,19).

Allah Mahakasih, mari kita terus hidup dalam siklus kasih

Alkitab berbicara banyak tentang mengasihi orang lain. Yesus menyebutkan bahwa hukum terutama yang kedua adalah, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:39), dan kasih terbesar yang dapat ditunjukkan seseorang adalah dengan “memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13).

Penjelasan Paulus mengenai kasih dalam 1 Korintus 13 mengacu pada kasih yang harus dimiliki anggota tubuh Kristus terhadap satu sama lain. Namun, dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus menempatkan nasihat untuk saling mengasihi tersebut pada bagian khusus (Roma 13:8-10). Perintah ini diselipkan di antara nasihat untuk mematuhi pemerintah dengan memenuhi tanggung jawab sebagai warga negara (ay.1-7) pemerintah yang kurang bersahabat terhadap jemaat Tuhan mula-mula dan mengingatkan bahwa hari Tuhan “sekarang . . . sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya” (ay.11) Paulus hendak mengingatkan kita bahwa kasih adalah sebuah tanggung jawab yang didorong oleh kerinduan kita nantinya hidup bersama Yesus

Semuanya karena anugerah kemurahan Tuhan yang diberikan oleh Allah kepada kita, maka kita senantiasa bersyukur dan merefleksikan kasih dalam setiap langkah kehidupan kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil