Firman Kebenaran

Yohanes 5:39

Yesus berkata, “Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku.”

Ketika Yesus dianiaya para pemimpin agama karena tidak mematuhi hukum Yahudi (Yoh. 5:16), Dia memperingatkan mereka yang terlalu terpaku mempelajari dan menegakkan hukum sampai-sampai mereka melewatkan Pribadi yang disaksikan oleh hukum itu: “Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepadaKu untuk memperoleh hidup itu” (ay.39-40).

Dalam usaha menjadi benar di hadapan Allah, para pemimpin agama tersebut berfokus untuk mematuhi hukum Yahudi dan memastikan semua orang juga melakukannya. Demikian pula dalam semangat mengikut Allah, kita mungkin tekun melakukan hal-hal baik seperti berbuat amal, dsb bahkan mengajak orang lain untuk ikut giat bersama kita. Namun, sering kali terlalu berfokus pada hal-hal tersebut sampai-sampai kita melewatkan Pribadi yang menjadi alasan kita melakukan semua itu yaitu Tuhan Yesus. Dekat dengan Tuhan Yesus seperti Maria duduk dekat Tuhan Yesus dan mendengarkan Tuhan Yesus, adalah hal yang sangat penting.

Dalam segala hal yang kita lakukan, marilah kita meminta Allah agar menolong untuk memusatkan pandangan kepada Kristus (Ibr. 12:2). Dialah satu-satunya “jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh. 14:6). 

Dalam Yohanes 5:39-40, Yesus menekankan pentingnya mempelajari Alkitab dan merenungkan nya, karena seluruh isinya memberi kesaksian tentang Tuhan Yesus. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru memberitakan Tuhan Yesus. Dalam 2 Timotius 3, Paulus menyemangati Timotius untuk terus mempelajari Kitab Suci, dan menyatakan bahwa “semua yang tertulis dalam Alkitab, diilhami oleh Allah,” berguna untuk melatih serta memperlengkapi kita bagi pertumbuhan diri dalam kekudusan dan pelayanan kepada sesama (ay. 16-17). Sebelum Yosua ditetapkan sebagai pemimpin bangsa Israel yang baru, Allah mendorongnya untuk merenungkan kitab Taurat siang dan malam, agar ia “berhasil dan . . . beruntung” dalam memimpin umat memasukin Kanaan (Yosua 1:8). Dalam Mazmur 19, Daud menyatakan bahwa firman Allah menyegarkan jiwa, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman, dan menyukakan hati serta membuat mata bercahaya. Dengan firman itu kita diperingatkan dan menerima upah yang besar (ay. 8-12). Dengan menyimpan dan memegang Firman Tuhan, jalan kita akan diterangi oleh Allah (Mazmur 119:1-3,105; Amsal 2:1-5).

Jelas dan mengandung kebenaran itulah yang selalu kita renungkan menjadi pedoman dan pegangan dalam hidup, Alkitab adalah firman Allah yang hidup

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil