Pegang Janji Tuhan
Kejadian 9:13 bimk
Kutaruh pelangi-Ku di awan sebagai tanda perjanjian-Ku dengan dunia.
Pelangi itu membawa kepada perenungan yang mendalam bagaimana Allah kekal, dan bahwa Dia menyatakan janji-janjiNya kepada kita di mana pun kita berada. Allah kita yang kekal dan tak berkesudahan menaruh “pelangi di awan” (Kej. 9:13 ) sebagai janjiNya untuk tidak lagi membanjiri bumi dan “membinasakan segala yang hidup” (ay.15). Hingga saat ini, Pencipta kita masih memperlihatkan pengingat akan janji itu kepada kita, makhluk ciptaanNya (ay.13-16).
Yesaya 40:28 mengatakan, “Tuhanlah Allah yang kekal, yang menciptakan seluruh bumi. . . . pikiranNya tak dapat diselami”. Sungguh gambaran yang luar biasa! Kita dapat selamanya belajar untuk mengenali Dia yang menepati janjiNya kepada kita, tetapi kita tidak akan pernah bisa menyelami seluruh pikiranNya. Semua yang kita alami, tak perlu kuatir karena Tuhan menggenapi janji-janjiNya atas hidup kita.
Kata perjanjian pertama kali muncul di Kejadian 6:18 ketika Allah berkata kepada Nuh, “Dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjianKu.” Meskipun arti spesifik dari kata perjanjian ditentukan oleh konteks pemakaiannya, secara umum kata tersebut berarti “kesepakatan formal di antara dua pihak atau lebih.” Terkadang, seperti perjanjian Allah dengan Nuh (9:8-17) dan Abraham (17:9-14), ada sebuah tanda yang dipakai untuk melambangkannya. Selain perjanjian Nuh dan Abraham, sejumlah perjanjian lain yang terdapat di Perjanjian Lama meliputi perjanjian Musa (Keluaran 19–24), Daud (2 Samuel 7), dan Perjanjian Baru (Yeremia 31:31-34).
Jangan ragu akan kasih setia Tuhan, pegang janji Nya dan teruslah percaya dan berharap pada Tuhan.
Komentar
Posting Komentar