Tuhan Yesus Setia

Kejadian 29:31

Tuhan melihat, bahwa Lea tidak dicintai.

Lea, istri pertama Yakub, menghabiskan sebagian besar masa hidupnya untuk mendapatkan cinta kasih suaminya (Kej. 29:32-35). Namun, Yakub hanya mencintai Rahel. Allah melihat penderitaan Lea dan memberikan penghiburan yang menggantikan penolakan sang suami. Allah memberkati Lea dengan menjadikannya seorang ibu, suatu kehormatan besar dalam budaya masa itu (ay.31). Lea tidak dilihat dan didengar oleh suaminya, tetapi ia dilihat dan didengar dengan penuh kasih oleh Allah (ay.32-33). Ia pun melahirkan seorang putri dan enam putra, salah satunya Yehuda, yang menjadi leluhur Yesus. Pada saat Yehuda lahir, Lea berkata, ”Sekali ini aku akan bersyukur kepada Tuhan” (ay.35). Lea menikmati umur panjang di tanah Kanaan dan dikubur di tempat terhormat, yaitu bersama Yakub dan para leluhurnya (49:29-32).

Saat mengalami penolakan, biarlah kisah hidup Lea menghibur kita. Kita dapat dipuaskan oleh kasih Allah, yang memberikan penghiburan dan penerimaan yang tidak kita dapatkan dari orang lain. 

Kejadian 29:31–30:24 dan 35:21-26 mengisahkan tentang kelahiran kedua belas anak Yakub. Nama Yakub, yang berarti “penipu,” diganti Allah menjadi Israel, yang berarti “bergumul melawan Allah” (32:28). Hidup Yakub diwarnai sikap pilih kasih (29:18,30), melalaikan pasangan, kecemburuan, dan persaingan (29:31–30:1). Kenyataan bahwa Allah menamai umat pilihanNya dengan nama Yakub, dan menunjuk ke-12 putranya sebagai leluhur dari suku-suku Israel, adalah bukti dari kasih perjanjianNya dan kemurahan kasih karuniaNya (lihat Roma 9:10-18).

Patut kita perhatikan juga, dalam kisah Lea yang sedih, dua institusi penting umat Israel keimaman Harun dan kaum Lewi (Bilangan 18:1-7) serta kerajaan (Kejadian 49:10)—berasal dari anaknya yang ketiga dan keempat, Lewi dan Yehuda (29:34-35). Kedua putra ini lahir dari Lea, yang menderita karena tak diinginkan dan tak dicintai dalam pernikahannya. Meski demikian, dalam kasihNya, Allah meninggikan dan memelihara Lea (ay. 31-35; 30:17-21).

Kehidupan memang banyak yg tak bisa kita prediksi tetapi ingat kasih setia Tuhan atas hidup ini yang selalu setia menyertai kita, Tuhan Yesus selalu memberikan kekuatan dan pertolongan Nya yang nyata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil