Imam Besar Agung

 Ibrani 4:14-15

Kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, . . . yang  sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Kitab Ibrani menyatakan: “Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibr. 4:15). Selama keberadaanNya di muka bumi ini, Yesus sama sekali tidak pernah mengucapkan kata-kata yang berdosa maupun melakukan tindakan dosa. Dia sepenuhnya sempurna. Inilah yang menjadi tujuan hidup kita sempurna seperti Kristus.

Kita diberikan nasihat dalam Kitab Ibrani, untuk “teguh berpegang pada pengakuan iman kita” di dalam Tuhan Yesus (ay.14) karena Dia mengerti dan ikut merasakan pergumulan-pergumulan kita. Dia pernah mengalami semuanya tetapi tanpa cela. Juruselamat kita yang sepenuhnya sempurna sanggup menolong kita dalam segala hal.  Yesus Kristus penebus dan penolong hidup kita yang selalu memahami dan mengerti Dia tidak pernah meninggalkan kita.

Alkitab mengajarkan bahwa Yesus adalah imam sempurna yang mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai korban tanpa cela demi pengampunan semua orang yang menerima pengorbananNya tersebut sebagai penebusan dosa mereka (Ibrani 9:12-14). Kitab Ibrani sarat dengan kabar baik ini! Kedudukan Kristus sebagai imam besar adalah untuk selama-lamanya, sebagaimana dinyatakan dalam Ibrani 7:23-25. Kemudian, sang penulis menjelaskan kesempurnaanNya: “Ia  yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga,yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan KRISTUS satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diriNya sendiri sebagai korban. Sebab hukum Taurat menetapkan orang-orang yang diliputi kelemahan menjadi Imam Besar, tetapi sumpah, yang diucapkan kemudian dari pada hukum Taurat, menetapkan Anak, yang telah menjadi sempurna sampai selama-lamanya” (ay. 26-28).

Puji Tuhan bersyukur karena hidup yang telah di tebus dan diselamatkan dari hukuman kekal. Kita menjadi anak anakNya dan selalu ada dalam perlindungan Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil