Taat Akan Perintah Tuhan

 Ulangan 5:33

Lakukanlah semua yang diperintahkan Tuhan Allahmu kepadamu supaya kamu sejahtera dan dapat menetap di negeri yang akan yang akan kamu diami

Allah menekankan kebebasan yang diberikan oleh batasan-batasanNya atas kita. Saat memberikan Sepuluh Perintah kepada bangsa Israel, Dia berjanji bahwa menjalani kehidupan dalam batasan yang diberikanNya akan mendatangkan kesejahteraan. “Lakukanlah semua yang diperintahkan Tuhan Allahmu kepadamu supaya kamu sejahtera dan dapat menetap di negeri yang akan kamu diami” (Ul. 5:33). Konsep kesejahteraan itu mencakup kehidupan dengan berkualitas baik.

Tuhan Yesus, yang menggenapi hukum Allah dengan kematian-Nya di kayu salib, berseru, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yoh. 8:31-32). Sungguh, batasan-batasan Allah diberikan demi kebaikan kita. Apa yg diperintahkan Tuhan dan ditaati dapat membebaskan dari hal hal yg tidak baik dan akhirnya menikmati hidup bersamaNya.

Kitab Ulangan mencatat perkataan Musa kepada bangsa Israel, yang saat itu baru terbentuk, menjelang masuk ke tanah perjanjian. Di pasal 5, Musa mengingatkan mereka akan Sepuluh Perintah Allah (ay. 6-21) yang diberikan 40 tahun sebelumnya di Gunung Sinai. Saat itu, Allah berbicara kepada mereka “berhadapan muka dengan kamu di gunung dan di tengah-tengah api” (ay. 4). Seluruh bangsa merasa gentar terhadap Allah yang dahsyat dan berkata kepada Musa, “Api yang besar ini akan menghanguskan kami. Apabila kami lebih lama lagi mendengar suara TUHAN, Allah kita, kami akan mati” (ay. 25).

Allah berkenan atas penghormatan mereka kepadaNya dan berkata, “Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintahKu” (ay. 29). Dia tahu kecenderungan Israel untuk melanggar aturan yang diberikan karena kasih kepada mereka. Itulah sebabnya Musa memerintahkan “Lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu” (ay. 32).

Firman Tuhan menjadi pedoman hidup, sehingga kita dapat menjalani kehidupan dengan baik. Hati hati melangkah supaya kita tidak tersandung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil