Kasih Dan Setia Allah Nyata
Hakim hakim 3:10
Roh Tuhan menghinggapi dia.
Allah memberikan tanggung jawab yang besar kepada Otniel pada masa transisi bagi bangsa Israel. Sebagai hukuman atas penyembahan berhala yang diperbuat bangsa itu, Allah telah menyerahkan mereka “kepada Kusyan-Risyataim . . . dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya” (Hak. 3:8). Di bawah tangan raja Mesopotamia yang kejam itu, “berserulah orang Israel kepada Tuhan, maka Tuhan membangkitkan seorang penyelamat” bagi mereka (ay.9), yaitu Otniel, yang namanya berarti “kekuatan Allah.”
Sebagai hakim pertama Israel, Otniel tidak memiliki pendahulu untuk menolongnya. Pemimpin perang ini harus membimbing bangsa Israel untuk kembali menghayati ikatan perjanjian mereka dengan Allah dan membela mereka dari serangan musuh. Namun, karena _“Roh Tuhan menghinggapi dia”_ (ay.10), ia berhasil melakukannya. Dengan kekuatan Allah yang menopang kepemimpinan Otniel, “amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. Kemudian matilah Otniel” (ay.11).
Bagaimana dapat benar-benar menjadi kuat? Dengan menyadari bahwa sendiri tidak kuat dan dengan mempercayai Allah, DIA memberikan kekuatanNya. “Cukuplah kasih karuniaNya bagi kita sebab justru dalam kelemahanlah kuasaNya menjadi sempurna” (2Kor. 12:9). Kekuatan Allah akan bekerja melalui diri kita untuk melakukan hal-hal yang hanya dapat dicapai olehNya. Setiap saat selalu mempercayai Tuhan Yesus yang menopang hidup kita.
Hakim-Hakim 2:10-19 menggambarkan pola berulang yang muncul sepanjang kitab tersebut. Ketika bangsa Israel tidak lagi “mengenal TUHAN atau pun perbuatan yang dilakukanNya bagi mereka” (ay. 10), mereka pun meninggalkan iman mereka. Akibatnya, Allah menyerahkan kepada musuh-musuh Israel untuk mengalahkan mereka (ay. 15). Namun, ketika berseru dalam “rintihan” (ay. 18), Allah menjawab dengan membangkitkan seorang hakim untuk menyelamatkan mereka. Selama hakim itu hidup, mereka mengalami keamanan (ay. 18), tetapi setelah sang hakim meninggal, pola itu kembali terulang (ay. 19). Jangan pernah berbelok dari kehendak Tuhan.
Hakim-Hakim 3:7-11 memberikan contoh konkret dari pola ini. Murka Allah atas dosa Israel membuat mereka ditindas selama delapan tahun (ay. 8). Ketika mereka berseru kepada Tuhan, Dia membangkitkan Otniel untuk menyelamatkan mereka dengan kuasa Roh Kudus (ay. 9-10). Seperti Allah menguatkan Otniel, kita pun dapat mengandalkan kekuatanNya, agar Dia melakukan apa yang Dia sendiri sanggup lakukan melalui hidup kita.
Jangan pernah ragu akan kasihNya. Bersandarlah dan berharap terus kepada Allah. Jangan lakukan hal yg menyakiti Tuhan. DIA sumber kekuatan dan pertolongan
Komentar
Posting Komentar