Britakan Injil
2 Timotius 1:8
Janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita
Dalam perkataan Rasul Paulus di surat kepada sahabat mudanya, Timotius: “Janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita” (2Tim. 1:8), karena Roh Kudus memberi kita “roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban” (ay.7).
Kita tidak perlu malu karena Allah “berkuasa memeliharakan apa yang telah kita percayakan kepadaNya” (ay.12 ), yaitu hidup dan masa depan kita.
Dalam 2 Timotius 1:6-14, nasihat Paulus kepada Timotius tidak disampaikan dengan nada arogan atau sembarangan. Ia menulis berdasarkan penderitaannya sendiri yang mendalam, juga dari dalam penjara, dengan kesadaran bahwa kematiannya sudah dekat. “Saat kematianku sudah dekat,” tulisnya (2 Timotius 4:6). Namun, tetap memandang ke depan. Sebagaimana Tuhan Yesus memberikan perintah kepada murid-muridNya sebelum disalibkan, Paulus juga memusatkan perhatiannya kepada pertumbuhan iman dan pelayanan Timotius, sang murid yang akan meneruskan pekerjaannya.
“Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu,” demikian perkataan Paulus (1:6). “Ikutlah menderita bagi InjilNya oleh kekuatan Allah” (ay. 8). Paulus tidak gentar menghadapi kematian, karena ia menantikan “kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa” (ay. 10). Kiranya kita juga dapat tetap teguh ketika iman kita diuji.
Firman Allah hidup, Injil adalah kekuatan yg menyelamatkan manusia dari kutuk dosa dan hukuman kekal, maka berbahagialah kita yg terus hidup dalam injil. Jangan gentar beritakan Injil kepada semua orang
Komentar
Posting Komentar