Kesedihan Dan Penderitaan
Ratapan 1;20 ayt
Lihatlah, ya Tuhan, karena aku dalam kesesakan. Batinku gelisah, dan hatiku bergejolak di dalam diriku
Kitab Ratapan, yang diyakini sebagai tulisan Nabi Yeremia setelah kehancuran Yerusalem. Dalam syair yang sangat terstruktur itu, sang nabi menyerukan kesedihan dan dukacitanya atas penderitaan umat Allah. “Lihatlah, ya Tuhan, karena aku dalam kesesakan. Batinku gelisah, dan hatiku bergejolak di dalam diriku” (Rat. 1:20 ayt). Meski demikian, ia memandang kepada Allah sebagai hakim yang sungguh adil, karena tahu bahwa hanya Dia yang sanggup mengatasi segala dosa dan kehancuran: “Biarlah semua kejahatan mereka sampai ke hadapanMu” (ay.22 ayt).
Seruan kepada Allah yang diutarakan dengan jujur seperti itu dapat membantu untuk mencoba memahami keadaan dunia. Berharap kepada Allah untuk menerima pertolongan, pengharapan, penghiburan, dan keadilan. Demikian dalam hidup orang percaya harus senantiasa berharap kepada Tuhan.
Ketika membaca tentang ratapan dalam Alkitab, mungkin langsung terlintas sosok Yeremia yang dikenal sebagai “nabi yang menangis” (lihat Yeremia 9:1). Namun, ia bukan satu-satunya tokoh yang meratap dalam Kitab Suci. Ayub, Daud, dan bahkan Yesus juga mengekspresikan kesedihan mereka secara mendalam. Kesedihan banyak.dialami oleh orang percaya karena adanya dosa dan penderitaan.
Dalam Ratapan 1:20-22, Nabi Yeremia mengungkapkan betapa berat dan pedih penderitaannya, terutama melalui kata-kata yang ia tuliskan. Ratapan itu lahir dari rasa kehilangan yang begitu dalam dan kuat, sehingga ekspresinya terasa tak biasa. Ia berseru, “Ya, TUHAN, lihatlah, betapa besar ketakutanku, betapa gelisah jiwaku” (ay. 20). Keadaannya begitu berat hingga ia menyuarakan “keluh kesahnya” (ay. 21).
Ratapan menjadi ungkapan yang tepat bagi mereka yang berhadapan langsung dengan luka dan kondisi penyebabnya. Di tengah penderitaan, sampaikan semua kepada Tuhan dengan jujur dalam doa dan penyembahan kepadaNya.
Apa yang sedang terjadi dalam hidup ini mungkin sedang memgalami kesedihan, berharaplah pada Tuhan, sampaikan semuanya kepada Tuhan Yesus penolong dan gembala kita yg agung, Tuhan mengerti dan Dia yg menolong dengan caranya yg ajaib
Komentar
Posting Komentar