Dewasa Dlm Iman


 

DEWASA DLM IMAN


Mazmur 143:11


Hidupkanlah aku oleh karena nama-Mu, ya Tuhan, keluarkanlah jiwaku dari dalam kesesakan demi keadilan-Mu


Kita semua rentan terhadap masa-masa yang penuh gejolak. Kekelaman dan kesukaran hidup bukanlah hal yang asing bagi kita, tetapi butuh perjuangan keras untuk bisa keluar dari sana. Terkadang, kita perlu meminta bantuan dari para ahli dalam bidang kesehatan phisikologi. Persoalan hidup tdk bisa kita hindari dan seringkali menguraa pikiran dan hati kita.


Dalam Mazmur 143, kita mendengar sekaligus belajar dari doa Daud yang dipanjatkan pada salah satu masa terkelam dalam hidupnya. Situasi pastinya tidak diketahui, tetapi doanya kepada Allah begitu jujur ??dan penuh harapan. “Sebab musuh telah mengejar aku dan mencampakkan nyawaku ke tanah, menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati. Semangatku lemah lesu dalam diriku, hatiku tertegun dalam tubuhku” (ay.3-4). Bagi orang percaya, tidaklah cukup hanya mengakui apa yang sedang terjadi dalam diri kita kepada diri sendiri, teman-teman, atau ahli medis. Kita harus sungguh-sungguh datang kepada Allah dengan sepenuh hati, dalam doa-doa yang mencakup permohonan yang tulus, seperti yang kita baca dalam Mazmur 143:7-10. Saat-saat kelam juga dapat menjadi waktu yang tepat untuk berdoa dengan sungguh-sungguh memohonkan terang dan kehidupan yang hanya dapat diberikan oleh Allah sendiri. Tuhan mengajarkan kita untuk percaya dan menaruh harap kpd Nya, Tuhan jg mendidik kita melalui tekanan2 hidup sehingga iman kita bertumbuh dan kita mjd dewasa dlm iman.


Sejumlah ahli Alkitab berteori bahwa Mazmur 143 ditulis ketika Daud melarikan diri dari kejaran anaknya, Absalom, yang memberontak dan berusaha keras merebut takhta sang ayah. Bagaimanapun keadaannya, jelas dari mazmur tersebut Daud merasa sangat terancam oleh musuh yang mematikan (ay.3,7,9). Menariknya, Daud memohon kepada Allah: "Binasakanlah musuh-musuhku" (ay.12). Apa yang mereka katakan tentang Daud? Jika memang benar orang Israel, saudara sebangsa Daud, yang berusaha memeranginya, mereka tentu ingat dosa-dosanya yang banyak, dan salah satunya pasti perzinaan yang terang-terangan dengan Batsyeba. Dosa-dosa itu menjadi makanan empuk bagi gosip jahat dan motivasi untuk bersekongkol menggulingkan sang raja. Kita pun bisa memahami perkataan Daud ini, "Janganlah beperkara dengan hamba-Mu ini, sebab di antara yang hidup tidak seorangpun yang benar di hadapan-Mu" (ay.2). Sekelas Daud pun mengalami tekanan yg hebat bahkan dr anaknya yaitu absalom. Tetapi daud menyadari bahwa dia hrs berdoa menyampaikan semua tekanan2 dr setiap musuh2nya. 


Dari hal daud kita dpt belajar bahwa Tuhan membentuk kita melalui persoalan2 di sekeliling hidup kita, tinggal bagaimana kita menyikapi persoalan trsebut dgn baik.


Kedewasaan iman muncul bukan tiba2 tetapi melalui proses dr berbagai macam pergumulan dan tekanan hidup, tetap rendah hati dan selalu percaya dan berharap kpd Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil