Tuhan Mengasihi Aku
TUHAN MENGASIHI AKU
1 Korintus 11:26
Setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.
Rasul Paulus mendorong kita untuk mengingat bagaimana Yesus duduk bersama murid-murid-Nya “pada malam waktu Ia diserahkan” (1Kor. 11:23). Kristus melambangkan tubuh-Nya yang akan segera dikorbankan dengan roti (ay.24). Dia menyatakan anggur sebagai lambang dari “perjanjian baru” yang menjamin pengampunan dan keselamatan kita melalui darah-Nya yang tercurah di kayu salib (ay.25). Kapan pun dan di mana pun kita menerima perjamuan kudus, kita menyatakan iman kita pada pengorbanan Yesus dan pengharapan kita akan kedatangan-Nya yang kedua (ay.26). Sangatlah penting kita mengingat akan pengorbanan Kristus di dalam hidup kita, ketika kita mengingat hal tersebut maka kita selalu bersyukur kpd Tuhan dan semakin giat membangun iman kita.
Di mana pun kita berada, kita dapat merayakan iman kita kepada Yesus Kristus, satu-satunya Juruselamat yang pernah bangkit dan yang akan datang kembali, dengan penuh keyakinan. Memuji membesarkan dan mengagungkan Tuhan dlm hidup kita, bahkan membanggakan Kristus dlm hidup kita sebagai Sang Juruselamat yg menyelamatkan hidup kita.
Penggunaan kata-kata "pada malam waktu Yesus diserahkan" (1 Korintus 11:23) menekankan keseriusan hal yang dibahas Paulus. Kristuslah yang mengadakan Perjamuan Kudus pertama (Perjamuan Tuhan), dan Dia melakukannya pada malam Paskah sebelum Dia disalibkan. Paulus mengemukakan kembali pentingnya untuk memperbaiki kesalahan serius yang terjadi dalam jemaat di Korintus. Ia memulai bagian itu dengan mengatakan, "Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu" (ay.17), suatu *teguran keras* dari seorang rasul. Sang rasul menyoroti adanya "perpecahan" di antara anggota jemaat (ay.18). Ada yang makan terlalu banyak sementara yang lain kelaparan, bahkan ada yang malah mabuk. Paulus menganggap tingkah laku seperti itu memalukan, dan memperingatkan mereka pada penghakiman Allah atas mereka yang memperlakukan Perjamuan itu dengan cara tidak layak (ay.27-32). Ia mengakhiri seruannya dengan menghimbau agar mereka bersatu kembali (ay.33). Pengorbanan Tuhan memberikan kehidupan kekal bagi setiap kita yg percaya kpd Tuhan dgn mempercayai Pengorbanan Yesus di kayu salib. Makan dan minum Perjamuan Suci yg di lakukan bukan hal main2 tetapi kita menghormati dan menghargai Pengorbanan Kristus. Pegorbanan Yesus, itu adalah bukti kasih Tuhan kpd kita yaitu memberikan nyawaNya untuk menyelamatkan hidup kita.
Sehingga hal tersebut bukan hal yg biasa tetapi mengingat kembali pengorbanan Tuhan adalah sesuatu yg sangat penting, karena kita selalu membawa pengorbanan Kristus bahkan kita membritakan keselamatan di dalam Kristus. Mengingatkan kpd kita supaya senantiasa mengerjakan keselamatan.
Bawa terus pengorbanan Tuhan supaya kita selalu bersyukur dan memahami akan kasih Tuhan Yg sangat besar dan agung.

Komentar
Posting Komentar