Waktu Yg Terbaik

 

WAKTU YG TERBAIK


Pengkhotbah 3:11


_Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir._

Delapan ayat pertama dari Pengkhotbah 3 menggambarkan ritme kegiatan hidup manusia, dengan beberapa di antaranya terjadi begitu saja. Namun, apa pun masa kehidupan yang kita jalani, kita sering merasa kekurangan waktu untuk melakukan segala sesuatu yang ingin kita lakukan. Karena itu, untuk mengambil keputusan yang bijaksana dalam mengelola waktu, alangkah baiknya jika kita memiliki perencanaan (Mzm. 90:12). Perencanaan ataupun mengatur waktu supaya kita bisa menggunakan waktu sebaik baiknya, atau dgn kata lain kita hidup disiplin adalah hal yg penting karena kita tdk dpt mengulang waktu, setiap hari adalah waktu yg terbaik untuk melakukan yg terbaik juga sehingga tdk ada waktu yg terbuang.

Meluangkan waktu bersama Allah setiap hari patut menjadi prioritas demi kesehatan rohani kita. Melakukan pekerjaan yang produktif akan membawa kepuasan bagi jiwa kita (Pkh. 3:13). Melayani Allah dan menolong sesama sangat penting bagi tercapainya tujuan Allah atas hidup kita (Ef. 2:10). Selain itu, waktu istirahat atau senggang yang kita ambil tidaklah sia-sia, karena hal tersebut akan menyegarkan jiwa dan raga kita. Di sinilah kita perlu mengatur hidup kita dgn baik sebagai org percaya dan anak2 Tuhan kita perlu mjd contoh dlm disiplin waktu, karena Tuhan kita Yesus Kristus adalah Pribadi yg sangat disiplin.

Adakalanya kita cenderung terlalu berfokus pada apa yang ada saat ini juga, dengan mencari waktu untuk melakukan hal-hal yang penting bagi kita. Namun, Pengkhotbah 3:11 menyatakan bahwa Allah telah “memberikan kekekalan” dalam hati kita, sehingga kita diingatkan untuk memprioritaskan hal-hal yang bersifat kekal. Kita pun dibawa untuk memperhatikan hal yang terpenting dari semuanya, yakni perspektif kekal Allah “dari awal sampai akhir”. Berbicara tentang prioritas maka berikan waktumu yg terbaik bagi Tuhan, karena itu untuk membangun iman kita membentuk karakter hidup kita yaitu dgn dekat dgn Tuhan membangun keintiman dģn Tuhan adalah prioritas hidup kita.

Pengkhotbah mengisahkan seorang manusia pandai yang kehilangan arah "di bawah matahari" (1:9). Sang penulis, yang cocok dengan gambaran Raja Salomo (dan menyebut dirinya "Pengkhotbah" ay.1), mengawali pemerintahannya dengan baik, dengan memakai hikmat yang dianugerahkan Allah untuk mengupayakan keadilan bagi warga kerajaannya yang paling menderita (lihat 1 Raja-Raja 3:16-28). Namun, ia lalu kehilangan arah ketika ia melupakan bahwa hikmat dan kekayaannya bukan diberikan terutama bagi kepuasan dirinya sendiri. Pada akhirnya, ia ingat bahwa makna sejati hanya ditemukan dengan hidup di dalam terang kebenaran Firman Tuhan(Pengkhotbah 12:13-14). 

Makna hidup sesungguhnya adalah ketika kita menggunakan waktu ssbaik baiknya dan memberikan waktu yg utama untuk Tuhan membangun hidup mengasihi Tuhan sehingga hidup terasa berguna dan terisi dgn segala yg baik dr Tuhan untuk melakukan kehendak Tuhan, hidup menjadi berkat.

Waktu yg ada adalah kesempatan kita untuk memperbaiki diri mjd lebih baik sehingga kita menjadi org yg taat kpd Tuhan dgn memberikan waktu yg terbaik untuk Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil