Kasih Yang Sungguh


 

KASIH YG SUNGGUH

Yohanes 15:13

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Kerelaan untuk  melawan kejahatan dan membebaskan mereka yang tertindas mengingatkan kita pada kata-kata Yesus: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yoh. 15:13). Ucapan ini dilontarkan saat Kristus mengajarkan murid-murid-Nya untuk saling mengasihi. Namun, Dia ingin mereka memahami harga dan kedalaman kasih yang dikehendakiNya: suatu kasih yang diteladankan ketika seseorang rela mengorbankan nyawanya bagi orang lain. Panggilan Yesus untuk mengasihi sesama dengan kerelaan berkorban adalah dasar dari perintahNya: “Kasihilah seorang akan yang lain” (ay.17). Tuhan Yesus memberikan nyawaNya buat kita manusia berdosa itu bukti kasih Tuhan bagi kita, kasih menjadi hal yg di haruskan bagi kita anak2Nya karena kasih menunjuk kpd Tuhan adalah kasih.

Barangkali contoh menunjukkan kasih yang rela berkorban adalah dengan cara menyediakan waktu untuk memperhatikan kebutuhan anggota keluarga kita. Kita juga dapat mendahulukan kebutuhan adik atau kakak kita yang sedang mengerjakan tugas atau ujian yang berat dari sekolah dengan cara mengambil alih pekerjaan rumah tangga yang seharusnya mereka lakukan, atau lebih memperhatikan anggota kekuarga yg sdh lanjut usia. Bisa juga berjaga-jaga lebih lama untuk merawat anak yang sakit agar pasangan kita dapat beristirahat. Kerelaan kita berkorban bagi orang lain merupakan ungkapan kasih kita yang terbesar. Kasih tdk mudah dlm prakteknya tdk semudah kata2 karena manusia di kuasai egosentrisnya dlm kehidupannya. Tetapi kita org percaya telah mengalahkan ego kita masing2 sehingga kita bisa menunjukkan kasih kpd org lain.

Pengajaran Yesus mengenai hidup "di dalam DIA" (Yohanes 15:4) berasal dari pengajaranNya mengenai Roh Kudus (14:15-21). Melalui Roh Kudus yang diutus Allah untuk "menyertai" dan "diam di dalam" orang-orang yang percaya kepada Yesus (ay.17), mereka mengalami sukacita intim dari kasih Bapa dan Anak bagi mereka (ay.21). Melalui Roh Kudus yang merengkuh kita ke dalam kasih, sukacita, dan hidup berkelimpahan dari Allah, kita diberi kuasa untuk memegang dan melakukan perintah Kristus (ay.21), yang berarti mengasihi sesama seperti Yesus telah mengasihi kita (15:12).  "Kepatuhan yang diucapkan Yesus bukanlah kepatuhan kepada norma-norma sosial, melainkan kepada Bapa, yang sepenuhnya kasih. Menuruti perintahNya berarti menyesuaikan hidup kita dengan pola hidup Allah sendiri . . . yang memiliki ciri dengan kesehatian, kasih karunia, kebaikan dan keindahan. Kita berada dalam persekutuan yang intim denganNya dan dibawa mengikuti pimpinanNya seturut dengan maksud kita diciptakan. Kita di mampukan oleh Roh kudus yg tinggal dlm kehidupan kita untuk melakukan kasih mjd teladan.

Kasih yg sungguh tdk pura2 adalah pribadi kita anak2 Tuhan, selalu hidup dlm kasih seperti yg di ajarkan Yesus, kasih mjd nilai yg sangat tinggi yg selalu kita lakukan dlm hidup kita, pribadi Kristus ada melekat dlm hidup kita.

Semua tanpa kasih adalah tiada arti dan tak berguna, biarlah kasih itu melekat dan mjd perilaku kita setiap hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil