Kelegaan Dan Ketenangan Hidup Dlm Tuhan
KELEGAAN DAN KETENANGAN HIDUP DLM TUHAN
Matius 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Jangan sampai kita kehilangan kunci menuju “keintiman dengan Allah, pengalaman akan kehadiran Allah yang penuh kasih,” “karena tanpa pengalaman tersebut, tak ada yang dapat dipahami; tetapi dengan pengalaman itu, hampir semuanya menjadi jelas.” pengalaman dgn Tuhan memberikan dasar yg kuat untuk kita terus dekat dgn Tuhan.
Betapa mudahnya kita lupa, bahkan dalam pasang surut kehidupan, bahwa Allah tetap menjadi kunci kerinduan kita yang terdalam. Namun, ketika kita berhenti mencari di tempat yang salah, Allah menanti kita di sana, siap memberikan kelegaan yang sejati kepada kita. Dalam Matius 11, Yesus bersyukur kepada Bapa karena Dia menyatakan jalan-jalan-Nya, bukan kepada “orang bijak dan orang pandai” tetapi kepada “orang kecil” (ay.25). Lalu Dia mengundang “semua yang letih lesu dan berbeban berat” (ay.28) datang kepada-Nya untuk menerima kelegaan. Tuhan peduli dlm kehidupan kita yaitu memberikan kelegaan bagi kita ketika datang dan dekat dgn Tuhan, inilah yg di katakan pengalaman kita dgn Tuhan akan membentuk dasar yg kuat untuk senantiasa mencari Tuhan dan dekat dgn Tuhan.
Kita dapat menemukan kelegaan sejati ketika kita mengikuti jalan Tuhan, yang “lemah lembut dan rendah hati” (ay.29). Tuhan selalu menanti, rindu menyambut kita pulang. Tinggal dlm Tuhan memberikan kekuatan bagi kita ditengah kehidupan ini Tuhan menolong kita dan memberikan kelegaan bagi kita. Kita selalu berharap dan mengandalkan Tuhan.
Suatu kuk, kekang berbahan kayu yang mempersatukan dua hewan dimaksudkan untuk meringankan beban berat yang dipikul hewan-hewan tersebut. Nabi Yeremia menggunakan kuk sebagai kiasan hukum2 Allah (Yeremia 5:5). Para rabi Yahudi kemudian memakai kiasan itu untuk menyatakan kepatuhan pada Hukum Taurat. Umat Yahudi pada zaman Yesus diperbudak oleh kuk berat dari peraturan2 Yudaisme yang secara keras ditimpakan para ahli Taurat (Matius 23:4; Lukas 11:46; Kisah Para Rasul 15:10). Hukum Taurat bahkan telah dikembangkan menjadi 613 larangan dan perintah yang sangat teperinci. Orang Yahudi diwajibkan melakukan dengan cermat segala tuntutan "adat istiadat nenek moyang" mereka (Markus 7:4-5). Namun, "kuk yang Yesus pasang itu enak dan beban nya pun ringan" karena berakar di dalam kepribadianNya yang "lemah lembut dan rendah hati" (Matius 11:29-30). Perintah-perintahNya "tidak berat" karena kita telah dilahirbarukan oleh Tuhan (1 Yohanes 5:3-4).
Perintah Tuhan dan ketetapan Tuhan kita kerjakan dan lakukan dlm kehidupan kita, sehingga kita sungguh2 hidup dan kita bertumbuh menjadi kuat dalam iman kita. Tak banyak yg mau mengambil pilihan ini tetapi kita yg percaya kpd Tuhan Yesus mengambil pilihan ini karena kita sdh merasakan pengalaman yg indah bersama Yesus yg selalu memberikan kelegaan.
Mari kita tetap taat dan setia kpd Tuhan, dekat dgn Tuhan maka kehidupan kita akan mendapatkan kekuataan dan kelegaan serta ketenangan, sehingga kita mampu melalui setiap persoalan2 hidup.

Komentar
Posting Komentar