Tekun Dan Mencapai Kemenangan
TEKUN DAN MENCAPAI KEMENANGAN
Ibrani 12:1
Marilah kita . . . berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Di sepanjang perjalanan hidup ini, kita perlu “menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita” (12:1). Kita perlu menempuh perjalanan hidup ini tanpa membawa beban supaya kita bisa terus maju. Banyak beban pikiran dan hati tentunya dalam setiap langkah hidup kita maka firman Tuhan menegaskan dan memerintahkan supaya kita menanggalkan beban dan percaya Tuhan yg menolong kita. Hal ini akan memberikan keberhasilan kita dalam mencapai iman yg teguh di dalam Tuhan.
Sebagai orang percaya, dibutuhkan ketekunan untuk mengikuti perlombaan iman tersebut (ay.1). Salah satu cara untuk memastikan kita dapat terus maju adalah dengan melepaskan beban dosa, seperti penolakan kita untuk mengampuni sesama, hati yang picik, dan dosa-dosa lain yang akan merintangi kita. Sslain menanggalkan beban hidup maka perlu juga untuk menanggalkan beban dosa membersihkan diri dari segala kotoran hati yaitu segala kepahitan dan sakit hati bahkan dendam dgn cara melepaskan pengampunan kpd mereka supaya hati kita tdk ada lagi kepahitan, dan iman kita akan cepat bertumbuh.
Tanpa pertolongan Yesus, kita tidak akan dapat menempuh perjalanan dengan leluasa dan menjalani perlombaan iman dengan baik. Kiranya kita selalu memandang kepada Sang pemimpin dan penyempurna iman kita, Tuhan Yesus Kristus, supaya kita tidak “menjadi lemah dan putus asa” (ay.2-3). Memang dalam menjalani hidup dan bertumbuh dalam iman tdk mudah kita senantiasa memohon penyertaan Tuhan melalui Roh kudus dlm setiap lahgkah kita sehingga kita mampu untuk menanggalkan semua beban dan dosa yg merintangi.
Penulis Kitab Ibrani tidak pernah menyebut siapa dirinya. Para ahli Alkitab memperkirakan penulisnya adalah Paulus, atau bahkan Barnabas, Lukas, Klemens, atau Apolos. Siapa pun orangnya, sang penulis jelas memahami bahwa pembacanya memerlukan ketekunan untuk menghadapi pencobaan dan penganiayaan. Sepanjang kitab, para pembaca didorong untuk tetap bertahan dan berpegang teguh kepada Kristus (2:1-4; 3:7—4:13; 5:11—6:2). Lalu, di 10:39 kita diingatkan bahwa orang percaya "bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup." Kemudian dalam dalam Ibrani 11, yang dikenal sebagai "Galeri Kaum Beriman," penulis memuji tokoh-tokoh Alkitab yang hidup oleh iman dan beberapa di antaranya mati karena iman itu. Oleh karena itu, dengan mengingat kesaksian dan teladan mereka, orang-orang yang percaya kepada Yesus diminta untuk "berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi [mereka]" (12:1). Di bagian akhir kitab, kita menerima janji ini: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" (13:5). Iman yg bertumbuh dan iman yg teguh dalam Tuhan menjadi sebuah keharusan dlm hidup kita dengan ketekunan dan akhirnya kita menang dlm perlombaan iman yg di wajibkan bagi kita.
Jgn putus asa Tuhan sumber kemenangan Dia yg menopang hidup kita. Terus bertekun di dalam Tuhan membangun hidup yg berkenan kpd Tuhan.

Komentar
Posting Komentar