Tenang dan Mengandalkan Tuhan


 

TENANG DAN MENGANDALKAN TUHAN


Mazmur 46:11


Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah


Dalam Mazmur 46, penulis menyatakan bahwa Allah tidak hanya memberi kita kekuatan, melainkan Dia sendirilah kekuatan kita (ay.2). Apa pun yang menimpa kita, “Tuhan semesta alam menyertai kita” (ay.8). Pemazmur kembali mengulangi kebenaran ini dengan penuh keyakinan (ay.12). Sesuatu yg sangat menggembirakan buat kita org2 percaya dlm Kristus, bahwa Tuhan kita menjadi kekuatan kita. Dia pencipta dan Dia sangat berkuasa.


Perjalanan kita hari lepas hari sering kali membutuhkan langkah pelan dan sikap diam untuk jangka waktu tertentu, sesuatu yang rasanya sangat sulit. Ketika bergantung pada Allah yang tidak pernah berubah, kita dapat mengandalkan kekuatanNya, apa pun rencana dlm hidup kita, Allah tepat bagi kita. Dunia bergantung pada hal2 yg fana tetapi kita bergantung pada Tuhan sang pencipta Allah yg perkasa,.tentunya kita harusnya penuh keyakinan di dlm melangkah dan menyelesaikan setiap persoalan hidup karena kita bersama Tuhan.


Meski kita terus berjuang menghadapi penderitaan atau bergumul dalam penantian akan sesuatu, Allah yang setia selalu hadir. Di saat kita tidak merasa kuat, Dia akan menolong kita melenturkan otot-otot iman kita. Sehingga kita menjadi lebih kuat lagi karena ketegangan otot iman kita sdh di lenturkan sehingga mjd tenang dan yakin.


Ayat terakhir dari Mazmur 46 berbunyi, "TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub" (ay.12), mengulang seruan di ayat 8. Mungkin acuan kepada kepastian perlindungan dalam Allah itulah yang membuat Martin Luther menulis salah satu himne yang paling dikenal sejak masa silam, "Allahmu Benteng yang Teguh" (Kidung Jemaat No. 250). Namun, gambaran perlindungan Allah itu tidak terbatas pada pernyataan-pernyataan tadi saja. Di ayat 2, kita melihat Allah sebagai "tempat perlindungan", "kekuatan", dan "penolong dalam kesesakan." Bani Korah, penulis Mazmur 46, menyebutkan satu-satunya tanggapan yang masuk akal kepada pengenalan bahwa perlindungan kita hanya ditemukan dalam Pencipta kita: "Sebab itu kita tidak akan takut" (ay.3). Allah sendiri memberi kita dorongan semangat di ayat 11: "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!" Di dalam dunia dengan banyak hal yang bisa kita takutkan ini, Allah kita menawarkan kehadiran-Nya (ay.12), karena Dia sendirilah keselamatan kita. Pemazmur memang selalu menempatkan Allah sebagai kekuatan yg luar biasa. Tentunya kita pun sama selalu bersyukur karena senantiasa mengandalkan Allah dan bergantung sepenuhnya kpd Tuhan sang pencipta.


Pesan nya adalah bahwa kita bersama dgn Tuhan Bapa kita dan Dia adalah kekuatan kita sumber pengharapan dan penolong hidup kita. Tentunya membuat kita penuh keyakinan menghadapi tantangan di depan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil