Bapa Yg Kekal

 


BAPA YG KEKAL

Mazmur 103:13

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Menurut pemazmur, seperti itulah rasa sayang Allah yang berempati dan berbelas kasihan kepada anak2Nya. Daud menggambarkan kasih Allah dengan kiasan yang diambil dari kehidupan manusia. Menurutnya, kasih itu selembut perhatian seorang ayah yang baik kepada anak2Nya (Mzm. 103:13). Sama seperti ayah manusia menunjukkan kasih sayang kepada anaknya demikian juga Allah, Bapa kita di surga, menunjukkan kasih sayangNya kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebagai Bapa yang penuh kasih sayang, Dia turut menyelami apa yang dirasakan oleh umatNya. Untuk lebih di pahami oleh setiap kita Tuhan menggambarkan diriNya seperti Bapa yg sayang kpd anak2Nya dan kasih sayangNya itu memberikan kekuatan bagi kita anak2Nya.

Ketika kita lemah dan merasa tidak layak dikasihi karena hidup kita penuh cela, kiranya kita menerima, dengan iman, kasih Bapa Surgawi itu untuk kita. Dia menunjukkan kasih sayangNya dengan jalan mengutus Putra-Nya yang kemudian “menyerahkan nyawa-Nya untuk kita” (1Yoh. 3:16)—demi keselamatan kita. Perbuatan Allah tersebut tidak hanya memungkinkan kita mengalami kasihNya kepada kita, tetapi juga membuat kita dapat memandang kepada salib dan melihat bukti kasih itu sendiri. Tidakkah kamu bersukacita karena memiliki Imam Besar yang dapat “turut merasakan kelemahan2 kita” (Ibr. 4:15)? Bekas2 luka di tubuhNya menjadi bukti.

Mazmur 103 diawali dan diakhiri dengan panggilan untuk memuji Allah—diawali dengan pujian dari pribadi (ay.1-2), hingga segala ciptaan (ay.20-22), dan kembali kepada pribadi lagi di akhir ayat 22. Di antaranya, mazmur tersebut merenungkan betapa pantasnya seluruh ciptaan memuji Allah dan mencantumkan banyaknya cara Allah yang dipakaiNya untuk menyatakan diri sebagai Allah dengan kebaikan yang tak terbatas. Di dalam banyak hal, mazmur ini (lihat ay.8,12,18) adalah kelanjutan dari pernyataan diri Allah yang diberikan kepada Musa dalam Keluaran 34:6-7: "Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan setiaNya, yang meneguhkan kasih setiaNya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa." Mazmur 103 mengingatkan para penyembah akan rahmat Allah (ay.8), sehingga mereka diyakinkan bahwa belas kasihan, kasih, dan kesetiaanNya lebih besar dari kelemahan dan dosa mereka (ay.13-14). Semua orang diundang untuk mengalami sukacita dari penyembahan kepadaNya. Kasih Tuhan yg besar sebagai bukti bahwa Tuhan memperhatikan anak2Nya yg selalu setia dan takut akan Tuhan, pemeliharaan dan pertolongan Tuhan nyata bagi kita semua, kita memiliki Bapa yg kekal dan sempurna dlm pemeliharaan melalui kasihNya. Walaupun tdk ada org yg mengasihi kita, walaupun bapa kita dlm dunia ini sdh tdk ada, ingat kita memiliki kasih sayang Bapa yg selalu ada buat kita anak2Nya.

Mari terus hidup dlmTuhan karena kita senantiasa berada dalam kasih Bapa dalam perlindungan Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil