Kekayaan Surgawi
KEKAYAAN SURGAWI
Roma 11:33
O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah
Dalam suratnya kepada jemaat abad pertama di Roma, Rasul Paulus berbicara tentang kekayaan yang dapat diperoleh, yaitu yang kita temukan dalam relasi kita dengan Allah. Ia menuliskan, O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! (Rm. 11:33). kekayaan tersebut sebagai kekayaan kasih yang tak terselidiki, untuk melakukan jauh lebih besar daripada sekadar memenuhi kebutuhan besar dari dunia ini.
Kasih merupakan hal yg sangat penting karena merupakan nilai hidup yg paling tertinggi, dan Tuhan Yesus telah melakukan nya untuk menyelamatkan dunia dari hukuman kekal. Ketika kehidupan ini di dasari dgn kasih maka yg terjadi adalah ketenangan dan damai sejahtera, sehingga kasih merupakan kekayaan yg sangat besar.
Hikmat Tuhan memang kita butuhkan bahkan melebihi bongkahan emas asteroid yang tak terjangkau? Kita dapat menambang kekayaan hikmat dan pengetahuan Allah yang terkandung dalam Kitab Suci dengan pertolongan Roh Kudus. Kiranya Allah menuntun kita untuk menggali kekayaan tersebut, agar kita semakin mengenal serta memuliakan Dia. Bukan harta dunia yg paling kita butuhkan dlm dunia ini,tetapi kekayaan surgawi, yg memberikan kekuatan dan memampukan kita menghadapi dunia ini.
Paulus bukan penulis Alkitab pertama yang berbicara tentang Allah yang tidak terselami (Roma 11:33-35). Dua ribu tahun sebelumnya, Ayub (yang dipercaya hidup sekitar zaman Abraham) bertanya, Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? (Ayub 11:7). Nabi Yesaya dengan tepat merangkum ketidaksanggupan kita untuk sepenuhnya mengenal Allah: Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku (Yesaya 55:8). Namun, Allah ingin kita mengenal-Nya: Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN (Yeremia 24:7; lihat Ibrani 8:10-11). Rasul Yohanes menyatakan kepada kita, Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, . . . Dialah yang menyatakanNya (Yohanes 1:18). Yesus sendiri menegaskan, Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga BapaKu (8:19). Meski kita tidak dapat memahami segala sesuatu mengenai Allah, Yohanes berkata bahwa setiap orang yang mengenal Yesus juga mengenal Allah. Pengetahuan tentang Tuhan adalah harta yg besar dan sangat penting karena kita mengenal Allah dgn benar dan mendapatkan hikmat Tuhan, yg tak tertandingi dan sangat penting.
Kasih dan pengetahuan yg benar tentang Tuhan, mengenal Tuhan, merupakan hal yg tdk dapat kita bandingkan dgn apapun karena itu sangat lah berharga.

Komentar
Posting Komentar