Ketaatan Yang Konsisten Kepada Tuhan
KETAATAN YANG KONSISTEN KEPADA TUHAN
2 Tawarikh 24:2
Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan selama hidup imam Yoyada.
Nama Yoyada mungkin tidak terlalu dikenal, tetapi dirinya identik dengan dedikasi seumur hidup kepada Allah. Ia melayani sebagai imam pada masa pemerintahan Raja Yoas, yang sempat cukup lama memerintah dengan baik. berkat kehadiran Yoyada.
Ketika Yoas masih berumur tujuh tahun, Yoyada adalah pribadi yang mendorong pengangkatan dirinya menjadi raja yang sah (2Raj. 11:1-6). Namun, ini bukanlah hasil perebutan kekuasaan. Saat Yoas dinobatkan sebagai raja, Yoyada “mengikat perjanjian antara Tuhan dengan raja dan rakyat, bahwa mereka menjadi umat Tuhan” (ay.17). Sang imam menepati janji, dan menerapkan perubahan-perubahan yang sangat dibutuhkan bangsanya. “Sepanjang umur Yoyada korban bakaran tetap dipersembahkan dalam rumah Tuhan” (2Taw. 24:14). Karena pengabdiannya, Yoyada pun “dikuburkan di kota Daud di samping raja-raja” (ay.16). Selalu melakukan yg terbaik untuk Tuhan yaitu menyenangkan hati Nya adalah hal yg hrs kita lakukan sepanjang hidup kita, karena sesungguhnya kita mengabdi kpd Tuhan yg telah memberikan anugrah kemurahanNya dlm hidup kita.
Hidup yang berfokus kepada Allah tersebut sebagai ketaatan yang terus menerus ke arah yang sama, Ironisnya, ketaatan seperti itu justru terlihat menonjol di dalam dunia yang mengejar popularitas, kekuasaan, dan pencapaian diri. Ketaatan kita dgn Tuhanpun memberikan nilai positif, hrs konsisten untuk senantiasa berfokus kpd Tuhan, arah hidup atau tujuan hidup untuk menyenangkan hati Tuhan mentaati perintah2Nya.
Dalam urutan tradisional dari Kitab Suci Yahudi, Kitab 1 dan 2 Tawarikh diletakkan sebagai kitab-kitab terakhir dari Alkitab Ibrani, dengan fungsi sebagai ringkasan Perjanjian Lama. 1 Tawarikh dimulai dengan Adam (1:1) dan 2 Tawarikh diakhiri dengan kembalinya bangsa Israel dari pembuangan (36:22-23). 1 dan 2 Tawarikh mengisahkan sejarah yang hampir seluruhnya sama seperti yang terdapat dalam kitab-kitab Samuel dan Raja-Raja, tetapi dengan fokus yang berbeda. Kitab-kitab Tawarikh berusaha menjelaskan bahwa bangsa yang kembali dari pembuangan itu suatu harapan masa depan dengan mengacu kepada Mesias yang akan datang melalui keturunan Daud dan kembalinya peribadahan di dalam Bait Suci. Untuk mengilhami kesetiaan kepada Allah dan Kitab Suci, kitab-kitab Tawarikh juga memberikan banyak studi tokoh yang setia maupun yang tidak setia. Dalam 2 Tawarikh 24, imam kepala Yoyada adalah contoh kesetiaan, sedangkan Raja Yoas hanya setia semasa hidup Yoyada, sebelum kemudian terbujuk oleh para pemimpin Yehuda lainnya untuk kembali menyembah berhala (ay.17-18).
Kesetiaan dan ketaatan kita kpd Tuhan mjd contoh dan teladan untuk keturunan kita dan generasi selanjutnya, sehingga kita meninggalkan teladan yg baik, generasi kita mjd generasi yg konsisten dalam ketaatan dan kesetiaan kpd Tuhan

Komentar
Posting Komentar