Membutuhkan Tuhan

 


MEMBUTUHKAN TUHAN

Yohanes 15:5

Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Manusia memang saling membutuhkan, tetapi kita semua membutuhkan Yesus lebih dari segalanya. Dalam Yohanes 15, kita sangat akrab dengan gambaran anggur dan ranting-rantingnya. Namun, ada satu frasa di dalamnya yang menghibur sekaligus menggugat rasa kemandirian kita. Begitu mudah kita berpikir, Saya tidak butuh pertolongan. Namun, Yesus sangat jelas berkata, Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa(ay.5). Kristus berbicara tentang menghasilkan buah, seperti kasih, sukacita, damai sejahtera( Gal. 5:22), yang menjadi sifat-sifat inti seorang murid. Dia menghendaki hidup kita menghasilkan buah, dan ketika kita sepenuhnya bersandar kepada-Nya, hidup kita akan berbuah lebat, suatu hidup yang memuliakan Bapa (Yoh. 15:8). 

Ketergantungan kita kpd Tuhan menjadi hal yg positif karena memang kita tdk bisa berbuat apa apa tanpa pertolongan Tuhan, artinya setiap hari kita membutuhkan anugrah dan kemurahan Tuhan sehingga kita dapat hidup dan menyelesaikan setiap persoalan hidup. Jangan sampai karena kedegilan hati, kita berkata tdk membutuhkan Tuhan.

Salah satu bagian yang sangat indah dari Injil Yohanes adalah ketujuh ucapan Akulah. Pernyataan-pernyataan itu mengidentikkan Yesus dengan Yahweh—Allah Maha ada yang kekal dan setia pada janji-Nya, yang menyatakan diriNya sendiri kepada Musa di Keluaran 3:14: Firman Allah kepada Musa: AKU ADALAH AKU. Lagi firmanNya: ‘Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu. Pernyataan Yesus dalam Yohanes 15:1,5: Akulah pokok anggur yang benar adalah pernyataan Akulah yang ketujuh (lihat juga 6:35; 8:12; 10:7, 11; 11:25; 14:6). Pada malam sebelum kematian-Nya, Yesus mengingatkan para murid akan pentingnya tinggal tetap di dalam Dia. Melalui kata-kata Kristus kita memahami bahwa ketaatan penuh dengan kasih dibutuhkan untuk tinggal di dalam Dia: Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasih-Nya" (15:10). 

Tuhan menghendaki kita untuk tinggal di dalam Dia dan melakukan perintah2 Nya dan taat akan firmanNya. Sehingga kita dapat melakukan perkara2 yg ajaib dan selalu dalam penyertaan dan peelindungan Tuhan. 

Ingat bahwa kita adalah anak2 Nya yg harus tinggal di dalam otoritas Nya yaitu tinggal di dalam kebenaran sehingga hidup kita senantiasa berbuah dan berhasil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil