Pertolongan Kita Ialah Tuhan
PERTOLONGAN KITA IALAH TUHAN
Mazmur 121:2
Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Dalam Mazmur 121:1, para peziarah yang berjalan menuju Yerusalem melontarkan pertanyaan serupa tentang sumber pertolongan. Perjalanan panjang ke Kota Suci di Gunung Sion itu mengandung bahaya. Belum lagi mereka harus melewati pendakian yang terjal. Berbagai tantangan yang mereka hadapi mungkin mirip dengan beragam perjalanan sulit yang kita hadapi saat ini, seperti sakit-penyakit, kedukaan, tekanan pekerjaan atau, kesulitan keuangan dan pengangguran.
Namun, kita dapat terhibur oleh kebenaran bahwa Allah, Pencipta langit dan bumi, datang menolong kita (ay.2). Dia menjaga hidup kita (ay.3,5,7-8) dan mengetahui apa yang kita butuhkan. Shamar, kata Ibrani untuk “menjaga” berarti “pelindung”. Pencipta alam semesta adalah pelindung kita. Kita aman dalam lindunganNya. “Allah menjaga diri kita dan keluarga kita". Perlu di imani penyertaan dan perlindungan Tuhan, Tuhan tdk pernah tinggalkan kita org2 yg selalu berharap dan berseru kpd Tuhan.
Saat kita percaya dan taat kepada Allah, kita dapat melihat masa depan dengan penuh harapan, karena tahu bahwa kita berada dalam perlindungan hikmat dan kasihNya. Tak perlu takut dan kuatir Tuhan beserta kita, Dia penolong kita yg ajaib. Sepanjang umur kita Tuhan melindungi dan menjaga hidup kita.
Sebagai salah satu Nyanyian Ziarah (lihat ayat 1), Mazmur 121 dirancang untuk dinyanyikan para peziarah ke Yerusalem untuk tiga perayaan besar setiap tahunnya. Meski masih ada banyak perayaan lain, ketiga perayaan itu ditetapkan untuk ziarah tahunan. Perhatikan Ulangan 16:16 dalam instruksi terakhir Musa sebelum kematiannya, kepada umat Israel: "Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilihNya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa." Hari raya Roti Tidak Beragi juga dikenal sebagai Paskah (Pesach), sedangkan hari raya Tujuh Minggu (Shavuot) juga dikenal sebagai Perayaan Penuaian atau Pentakosta. Kedua hari raya itu merupakan hari raya musim semi, sedangkan hari raya Pondok Daun (Sukkot) adalah hari raya musim gugur untuk memperingati masa-masa bangsa mereka mendiami kemah-kemah di padang gurun.
Nyanyikanlah pujian penyembahan kita kpd Tuhan bersyukurlah kpd Tuhan karena setiap hari Tuhan menanggung kehidupan kita, Tuhan pemelihara hidup kita.

Komentar
Posting Komentar